Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ikut membersihkan lumpur sisa banjir Jakarta. (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)
Anies mengatakan selama ini para pengungsi tidak menjadikan pos pengungsian sebagai tempat tinggal mereka. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan para pengungsi hanya menjadi pos pengungsian sebagai tempat untuk tidur saja.
"Ini yang ada di sini 6 lokasi pos pengungsian itu lebih tepat tempat mereka beristirahat, karena bolak-balik ke rumah. Mereka membersihkan rumah, lalu kembali ke pos pengungsian. Makan pagi, makan siang, kemudian kembali," tutur Anies.
Hal itu, kata Anies, berbeda dengan pos pengungsian korban bencana alam lain seperti longsor dan gempa bumi.
"Ini berbeda dengan pos pengungsian karena longsor atau gempa atau kebakaran. Tinggal di pos pengungsiannya memang hidup di situ. Kalau ini cuma ngepos. Jadi di Jakarta praktis memang tidak ada lagi," jelasnya.