Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Aliansi Mahasiswa Papua: Jangan Kambinghitamkan Kami

ANTARA FOTO/HO
ANTARA FOTO/HO

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua Jhon Gobai meminta Kodam XVII/Cenderawasih meralat pernyataan tentang keterlibatan AMP dalam aksi demonstrasi yang menewaskan seorang prajurit TNI.

"Penyebutan nama orgasasi Aliansi mahasiswa Papua (AMP) dalam siaran pers Kodam XVII/Cenderawasih pada hari ini, mengenai peristiwa di Jayapura dan Wamena tidak tepat dan menyesatkan," ujarnya melalui siaran tertulis yang diterima IDN Times, Senin (23/9).

1. Penyebutan AMP salah karena tidak berkedudukan di Papua

ANTARA/Istimewa
ANTARA/Istimewa

Jhon menjelaskan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) hanya berada di luar Papua. Saat ini, kedudukan AMP ada di 13 kota di luar Papua. "Sehingga jelas penyebutan AMP dalam peristiwa yang terjadi di dalam Papua tentu tidak benar," tegasnya.

2. AMP menyatakan tidak melakukan aksi

ANTARA FOTO/HO
ANTARA FOTO/HO

Dia menambahkan AMP secara nasional tidak mengagendakan atau merencanakan aksi apa pun pada hari ini sehingga pihaknya meminta agar Kodam XVII/Cenderawasih tidak mencari kambing hitam.

"Hentikan mengkambinghitamkan AMP dalam peristiwa di Wamena dan Jayapura hari ini," tegasnya.

3. Seorang prajurit TNI tewas dalam aksi di Expo Waena

ANTARA FOTO/Gusti Tanati
ANTARA FOTO/Gusti Tanati

Seorang anggota TNI tewas akibat serangan yang dilakukan pada aksi demo massa di Expo Waena, Jayapura, Papua, hari ini. Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol CPL Eko Daryanto mengatakan prajurit Yonif 751/Raider, Praka Zulkifli, meregang nyawa, saat sedang melaksanakan tugas bantuan kendali operasi (BKO) Polda Papua sebagai pengemudi kendaraan dinas truk pengangkut pasukan.

"(Praka Zulkifli) menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh massa AMP," kata Eko dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times di Jakarta, Senin (23/9).

4. Pihak TNI menyebut aksi tersebut dilakukan AMP

ANTARA FOTO/ Marius Frisson Yewun
ANTARA FOTO/ Marius Frisson Yewun

Eko mengatakan masa sebelumnya, melakukan aksi demo di depan Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen). Mereka menuntut pendirian posko bagi mahasiswa Papua yang pulang dari studi di luar Papua.

Namun, aksi tersebut tidak mendapat izin baik dari Polda Papua maupun dari pihak Rektorat Uncen. Menurutnya, massa AMP kemudian difasilitasi petugas untuk kembali ke daerah Expo Waena dengan menggunakan kendaraan truk dan bis umum.

"Dengan dikawal aparat keamanan yang menggunakan kendaraan dinas yang dikemudikan Praka Zulkifli," jelasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Dini Suciatiningrum
EditorDini Suciatiningrum
Follow Us

Latest in News

See More

Magna voluptas voluptates soluta mollit reprehenderit amet commodi l

07 Jan 2026, 15:05 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews