Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alasan Status Gunung Merapi Masih Waspada

Facebook.com/ pusdalops BPBD DIY
Facebook.com/ pusdalops BPBD DIY

Yogyakarta, IDN Times - Sejak pembentukan kubah lava pada 11 Agustud 2018 yang lalu aktivitas Gunung Merapi fluktuatif tetapi trennya meningkat terus. Bahkan pada Kamis (7/2) malam pukul 18.28 WIB, awan panas guguran teramati di Gunung Merapi. Jarak luncur mencapai 2 kilo meter ke arah hulu Kali Gendol, amplitudo 70 dengan durasi 215 detik.

Aktivitas gunung berapi yang berada diperbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terus meningkat membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY pun telah bersiap apabila terjadi erupsi yang lebih besar.

1. Status Gunung Merapi masih waspada

IDN Times/Daruwaskita
IDN Times/Daruwaskita

Agus Budi Santosa, Kasi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengakui aktivitas erupsi Gunung Merapi beberapa hari belakangan meningkat.

"Memang walau aktivitasnya fluktuatif tetapi trennya meningkat terus. Naik-turun-naik-turun, tetapi ketika naik, (naiknya) lebih tinggi dari sebelumnya," katanya Jumat (8/2).

BPPTKG kata Agus masih mempertahankan status Gunung Merapi di level waspada atau level II. Penentuan status berdasarkan ancaman bahaya yang kemungkinan akan dialami oleh masyarakat dan untuk melindungi masyarakat.

"Ini belum melewati tiga kilometer sehingga status tetap waspada," katanya.

2. Waspadai luncuran awan panas

IDN Times/Daruwaskita
IDN Times/Daruwaskita

Walau demikian, BPPTKG mengingatkan agar spot-spot melihat lava diamankan dan tidak terlalu dekat. Upaya itu sebagai antisipasi apabila terjadi awan panas yang jarak luncurnya lebih jauh.

"Masyarakat yang ingin melihat turunnya lava perlu mengantisipasi jarak luncuran awan panas atau wedus gembel yang lebih jauh," terangnya.

3. Kondisi masyarakat masih tenang

IDN Times/Daruwaskita
IDN Times/Daruwaskita

Kondisi masyarakat masih tenang

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menjelaskan, sejak erupsi freatik tahun 2018 lalu pengkondisian kesiapsiagaan menghadapi bencana terhadap masyarakat lereng Merapi terus dilakukan, melalui sosialisasi dan berdialog dengan masyarakat. Selain itu, pihaknya juga meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara BPBD Provinsi BPBD Kab Sleman, BPPTKG, perangkat desa, relawan, dan masyarakat.

"Kondisi masyarakat saat ini tetap tenang dan kondusif. Saya berharap masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Kunci pengurangan resiko bencana Merapi adalah pada kecepatan respon secara tepat atas informasi perkembangan Merapi yang dikeluarkan oleh BPPTKG dan BPBD. Kecepatan respon tersebut juga dipengaruhi oleh kesiap-siagaan masyarakat, dukungan mobilitas untuk evakuasi, pemahaman masyarakat tentang jalur evakuasi dan titik kumpul, serta barak pengungsian untuk evakuasi bila ada peningkatan status.

"Sehubungan status sekarang masih Waspada, pendakian tetap tidak diijinkan. Radius 3 kilometer dari puncak Merapi tetap clear dari aktivitas orang," ucapnya.

"Untuk mengantisipasi hujan abu, khusus untuk masker persediaan di level kabupaten masih mencukupi dan masih diback up BPBD DIY, Dinas Kesehatan, dan PMI," tambahnya lagi.

Share
Topics
Editorial Team
Daruwaskita
EditorDaruwaskita
Follow Us

Latest in News

See More

Ipsa mollitia quibusdam minus et et ducimus dolore id sint velit nes

30 Jan 2026, 16:08 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews