Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Times/Humas Pemprov DKI Jakarta
IDN Times/Humas Pemprov DKI Jakarta

Jakarta, IDN Times – Kepopuleran kawasan Kepulauan Seribu tidak lagi dirugikan. Keindahan alamnya yang memikat daya tarik wisatawan selalu jadi destinasi akhir pekan. Sebab, wisatawan dimanjakan dengan pilihan aktivitas mulai dari snorkeling, menyelam, hingga merasakan pengalaman naik speedboat.

Karena antusiasnya pengunjung berdatangan, diketahui Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperbaiki aksesibilitas menuju Kepulauan Seribu. Perbaikan aksesibilitas tersebut dalam rangka untuk memudahkan wisatawan berkunjung menikmati wisata bahari di wilayah utara terluar Jakarta.

1. Beroperasinya armada laut ditambah sebanyak 6 unit

IDN Times/Humas Pemprov DKI Jakarta

Dalam memperbaiki aksesibilitas menuju Kepulauan Seribu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta sejak Februari 2019 mulai mengoperasikan kapal Chabing Nusantara. Bupati Pulau Seribu, Husen Murad, mengatakan bahwa sektor pariwisata tidak terlepas dari aspek aksesibilitas.

“Terkait hal ini, adanya dukungan dari Dinas Perhubungan melalui kapal cepat dari Muara Angke ke pulau Untung Jawa, Tidung, Pramuka, Kelapa, sampai ke yang paling jauh Pulau Sebira telah sangat memudahkan,” katanya.

Selama dua tahun masa pemerintahan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan peningkatan aksesibilitas ke Kepulauan Seribu menjadi salah satu program utamanya dalam mengelola Jakarta. Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta menambah 6 unit kapal cepat fiber speedboat sebagai armada kapal antarpulau.

“Pemprov DKI Jakarta sudah menambahkan armada kapal antarpulau sebanyak 6 unit kapal cepat fiber speedboat,” ujarnya.

Kabarnya, kapal cepat itu mampu mengangkut 50 penumpang dan beroperasi dua kali dalam sehari. Fasilitas di dalamnya telah lengkap, mulai dari toilet, televisi, sistem pendingin ruangan, dan fasilitas untuk membantu penyandang disabilitas.

2. Rute dan tarif speedboat

IDN Times/Humas Pemprov DKI Jakarta

Speedboat atau disebut kapal cepat itu melayani tiga rute utama, yakni Muara Angke—Untung Jawa—Lancang—Tidung (PP) 2 kali sehari, Muara Angke—Pari—Pramuka (PP) 2 kali sehari, dan Muara Angke—Kelapa—Sabira (PP) 1 kali sehari, dengan tarif Rp.40.000—Rp.70.000.

3. Aksesibilitas berdampak terhadap efisiensi waktu

IDN Times/Humas Pemprov DKI Jakarta

Berkat penambahan jumlah armada speedboat, waktu tempuh perjalanan yang diperlukan menjadi efisien. Misalnya saja, perjalanan Pulau Sebira ke Jakarta Utara yang biasanya ditempuh dalam 8 jam, saat ini bisa dipangkas menjadi 2,5 jam.

Hal tersebut telah dibuktikan oleh salah seorang wisatawan luar daerah yang menganggap kini menuju Kepulauan Seribu sudah bisa lebih cepat.

“Saya senang rekreasi ke Kepulauan Seribu bersama teman-teman. Di sini banyak yang bisa saya dan teman-teman eksplor alamnya. Tahu aksesibilitasnya berkembang, saya senang. Waktu saya jadi lebih cepat ke tujuan dan fasilitas di dalam speedboat cukup memadai,” jelas Satrio, wisatawan asal Depok.

Editorial Team