Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, berencana menerapkan sistem orang tua angkat bagi anak jalanan. Upaya ini dilakukan untuk menekan jumlah anak terlantar yang ada di Ibukota. Seperti dikutip dari mediaindonesia.com, program ini juga ditujukan untuk mendukung beberapa program pendidikan yang sudah diluncurkan oleh pemerintah DKI Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Berdasarkan data Kementerian Sosial, saat ini terdapat sekitar 33.000 anak jalanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah terbanyak berada di Jakarta dengan total sekitar 7.600 anak. 

Tak mudah mengawasi anak jalanan.

Ahok mengakui bahwa pengawasan terhadap anak jalanan tak mudah. Dia mencontohkan saat diberlakukannya program KJP. Saat itu, sudah banyak anak jalanan yang mendapatkan KJP, namun tak sedikit dari mereka yang memilih berhenti sekolah karena lebih memilih bekerja. "Tapi namanya sudah kenal uang dan biasa bebas, banyak yang kita sekolahkan tapi malah keluar saat di tengah jalan," kata Ahok.

Masuk panti.

Selain melalui orang tua angkat, Ahok juga mengaku terus mendorong agar para anak jalanan bisa dibawa ke panti. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah diawasi program lainnya, Ahok mendorong agar semua anak jalanan dan gelandangan bisa masuk ke panti.

Disediakan rumah susun.

Khusus bagi anak jalanan yang memiliki KTP DKI, Ahok mengatakan bahwa mereka difasilitasi rumah susun.  Seperti dikutip dari JPNN.com, anak jalanan yang bersedia tinggal di rusun juga akan dilayani mobil antar jemput secara gratis.

Bentuk Tim Ungu.

Ahok sebelumnya juga berencana membentuk Tim Ungu. Tim yang nantinya akan memakai kostum berwarna ungu ini dibentuk untuk memberantas anak jalanan dan pengemis di ibu kota. Tim itu nantinya juga bakal melakukan rehabilitasi bekerja sama dengan Dinas Sosial DKI Jakarta.

 

 

Editorial Team