Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Di sesi terakhir debat Pilkada, moderator meminta masing-masing pasangan menyampaikan komitmen terhadap perwujudan birokrasi yang profesional dan melayani.

Agus meyakini pengalamannya di militer menjadi modal untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif.

Cagub dari nomor urut 1, Agus Yudhoyono, berorasi mengenai komitmennya terhadap reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Menurutnya, teori mengenai kepemimpinan memang sudah banyak, tapi ia menilai bahwa dibutuhkan seni dalam implementasinya. Ia pun menyebut pengalamannya di militer adalah modal yang cukup untuk membuat pemerintahan yang melayani sebab militer adalah organisasi yang paling efektif di dunia.

Ahok mengaku ia dan Djarot telah menyingkirkan oknum-oknum PNS yang melakukan pungutan liar.

Karena selalu disebut-sebut tak punya rasa keadilan sosial, Ahok membantah dengan mengklaim bahwa ia dan Djarot tak hanya bicara tentang keadilan sosial, tapi juga melawan sesuatu yang melanggar keadilan sosial. Cagub petahana ini mengaku bahwa ia telah menyingkirkan oknum-oknum PNS lama yang masih melakukan pungutan liar.

Ahok pun menambahkan bahwa demi mewujudkan birokrasi yang profesional, ia menaruh harapan besar pada para PNS muda yang masih punya rasa idealisme untuk melayani. Ahok pun membuka kesempatan bagi swasta untuk menjadi bagian dari birokrasi agar birokrasi di DKI Jakarta bisa bersaing.

Anies meyakinkan bahwa ia dan Sandiaga datang dengan pengalaman dan pengetahuan.

Dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, Anies menyebut bahwa pemimpin harus menghadirkan rasa aman, memberi motivasi kerja, serta suasana kerja yang positif. Ia mengaku bahwa dirinya dan Sandiaga datang membawa pengalaman dan pengetahuan yang bisa menunjang cita-cita tersebut.

Anies menambahkan bahwa setiap aparat yang mengisi suatu posisi tertentu harus mau menandatangani surat perjanjian untuk memenuhi target. Bila tidak, mereka harus bersiap untuk mengundurkan diri sebagai bukti tak mampu menjalankan tanggungjawab. Publik pun ia harapkan bisa mengawasi kinerja pemerintah.
 

Editorial Team