Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ahok Akan Tekan Angka Kemiskinan di Jakarta Hingga 1 persen, Yakin Bisa?

Calon Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berjanji akan meningkatkan angka kemiskinan di ibukota menjadi hanya satu persen. Target itu dicanangkannya dalam masa pemerintahan lima tahun. Salah satu cara utama yang akan dilakukan adalah dengan menggelontor subsidi bagi warga miskin. Dikutip dari JPNN.com, Ahok yakin bahwa pemberian subsidi akan mengurangi beban masyarakat kecil.

Subsidi di lima sektor utama.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20161208/hafidz-29ab20e35a3243bb8c20a60c8e100115.jpg

Diberitakan Liputan6.com, setidaknya ada lima sektor utama yang akan menerima subsidi jika Ahok terpilih lagi dalam Pilkada DKI 2017 mendatang. Sektor-sektor yang dimaksud antara lain permukiman, transportasi, kesehatan, pendidikan, serta pangan.

Kalangan yang menerima subsidi terbatas.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20161203/181456754015-0943c84e453f210cfdd8275eeb7d6ecb.jpeg

Meskipun berjanji akan lebih banyak memberi subsidi, tapi Ahok mengaku tak mau salah sasaran. Penerima subsidi, kata dia, adalah masyarakat dengan kategori miskin yang taraf kehidupannya tidak mungkin naik tanpa campur tangan pemerintah.

Membuka lebih banyak lapangan kerja.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20161102/cover-republika-5ba1068ac30f97599b51fac00f2f2a05.jpeg

Selain memberikan subsidi, Ahok juga berjanji akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Salah satunya adalah pemberian moda dengan pembagian hasil 80:20. Hasil dari usaha, 80 persen akan menjadi meilik penerima modal. Adapun pemerintah hanya mendapat 20 persen.

Angka kemiskinan Jakarta meningkat.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20161221/chhaupadi-independent-d6e82537a2c55d869319ba5853c9e32e.jpeg

Janji Ahok untuk menekan angka kemiskinan nampaknya tak akan mudah. Sebab, jumlah warga miskin di Jakarta terus mengalami peningkatan. Berdasarkan angka kemiskinan yang dirilis BPS DKI Jakarta pada Juli lalu, disebutkan bahwa jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2016 mencapai 384,3 ribu orang (3,75 persen). Angka kemiskinan tersebut sedikit meningkat dibandingkan dengan keadaan pada September 2015 (3,61 persen), tapi menurun jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2015 (3,93 persen).

Banyak yang pura-pura miskin untuk mendapat bantuan.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20161129/anjal-metro-ae5b0c8360a4f4fae11969ecb723eab2.jpeg

Pengamat perkotaan Yayat Supriatna mengatakan bahwa problem utama kemiskinan tak hanya datang dari warga miskin. Banyak warga yang sebenarnya mampu malah berpura-pura miskin agar mendapat bantuan dari pemerintah. Kondisi ini jelas berbeda dengan masyarakat negara lain yang justru malu jika mendapat bantuan karena dianggap miskin.

Share
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest in News

See More

Gempa Hari Ini 27/12/2025 bermagnitudo 5.8 di ENGGANO-BENGKULU

27 Des 2025, 08:15 WIBNews
gallery keenam

Artikel revised [edit LAGI]

25 Nov 2025, 15:15 WIBNews