Jakarta, IDN Times - Ada informasi baru dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun. Menurut juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah ada sandi khusus yang digunakan oleh Nurdin dan bawahannya untuk menyamarkan penyerahan duit suap.
Febri menyebut sandi itu menggunakan kata ikan, jenis ikan, daun dan kepiting. Sayang, mantan aktivis antikorupsi itu tidak menjelaskan dengan gamblang apa makna di balik sandi-sandi tersebut.
"Tim mendengar penggunaan kata 'ikan' sebelum dilakukan penyerahan uang. Disebut juga jenis ikan tohok dan rencana 'penukaran ikan' dalam komunikasi tersebut. Selain itu, terkadang digunakan kata 'daun'," ujar Febri melalui keterangan tertulis pada Jumat (12/7).
Bahkan, ketika dilakukan operasi senyap bagian awal di pelabuhan, pihak yang ditangkap, kata Febri sempat berdalih bahwa mereka tak menerima uang yang diterima.
"Mereka mengaku yang diterima adalah kepiting," kata dia lagi.
Sanggup kah penyidik KPK mengungkap makna sandi kata-kata tersebut?
