Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ACT Gelar Forum Diskusi Terkait Kemungkinan Bencana di Indonesia
IDN Times/Anastasi Desire

Jakarta, IDN Times - Mengutip rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 2500 bencana yang siap mengancam Indonesia di tahun 2019. Dari sekian banyaknya bencana, 95% diantaranya merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.

Berangkat dari permasalahan tersebut, akhirnya Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) bersama Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar sebuah forum diskusi dengan pembahasan tentang kemungkinan bencana yang akan terjadi di Indonesia. Acara yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, dihadiri oleh Prof. Dwikota Karnawati, M.Sc., Ph.D, Ahyudin selaku Presiden ACT, dan juga sejumlah pakar kebencanaan, pengelola Kawasan Industri, pelaku usaha dan instansi terkait (31/1).

1. Dihadiri oleh 300 peserta dan terbagi dalam empat panel

IDN Times/Anastasi Desire

Dalam acara Disaster Outlook 2019 ini, setidaknya ada 300 peserta yang akan mengikuti forum diskusi kebencanaan. Masing-masing peserta akan dikelompokkan dalam empat panel forum dengan para narasumber ahli kebencanaan, dan ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan usaha mereka, mengingat para peserta datang dari berbagai kalangan termasuk para pelaku usaha dan pengelola kawasan industri.

2. Panel forum membahas potensi bencana hingga upaya mitigasi di 87 lokasi Kawasan Industri

IDN Times/Anastasi Desire

Tidak hanya itu, Wahyu Novyan selaku Direktur DMII ACT pun angkat bicara terkait potensi bencana dan upaya melakukan mitigasi di 87 lokasi Kawasan Industri yang tersebar di berbagai pulau, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Lebih lanjut di panel lain, dibahas pula terkait upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko jatuhnya korban dan kerugian material.

3. Info dari BNPB: 489 titik rawan banjir dan 441 titik berpotensi terkena longsor

IDN Times/Anastasi Desire

BNPB menyatakan ada 63 juta penduduk Indonesia yang berpotensi terpapar bencana. Selain itu, ada 489 kota/kabupaten rawan banjir dan 441 kota/kabupaten berpotensi terkena longsor. Indonesia menjadi negara yang paling rawan terhadap bencana di dunia berdasar data yang dikeluarkan oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR).

4. Dulu dianggap merugikan, kini BMKG keluarkan sertifikat kesiapsiagaan tsunami sebagai bukti dukungan pada pelaku bisnis

IDN Times/Anastasia Desire

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan bahwa hingga tahun 2016 sudah ada lebih dari 45 hotel di Bali telah menerima sertifikat kesiapsiagaan tsunami. Bahkan sebelumnya ketika BMKG berencana untuk membuat sebuah program pencegahan bencana tsunami di beberapa pesisir pantai, ada banyak pihak yang menolak kegiatan tersebut yang diklaim dapat membuat sepi pengunjung.

Namun setelah dikeluarkannya sertifikat tersebut, justru banyak pengunjung yang datang berbondong-bondong untuk sekedar menginap atau berlibur di sana. Makin aman deh kalau mau berlibur.

5. Prediksi BMKG di 2019: Pulau Sumatera berpotensi hujan tropis pada Februari dan Pulau Jawa yang berpotensi kekeringan pada Mei-Juli

IDN Times/Anastasi Desire

Lebih lanjut, meneropong potensi ancaman bencana di sepanjang tahun 2019, sebuah prediksi dari BMKG ternyata menyebutkan bahwa sekitar bulan Februari mendatang, Pulau Sumatera diprediksi akan terjadi hujan tropis lalu disusul potensi kekeringan untuk Pulau Jawa di periode Mei-Juli mendatang.

Tentunya prediksi ini bukan semata-mata ingin menakuti masyarakat, namun perhatian dari masyarakat terkait bencana ini termasuk dalam salah satu faktor penting dalam mencegah adanya korban jiwa saat dihadang bencana.

Perlu diingat, ini tidak hanya DMII dan Yayasan ACT yang harus peduli dengan bencana di Indonesia, kamu juga harus bisa. Ayo siaga bencana mulai dari sekarang, cause everyone’s a life saver!

Editorial Team