Pemberdayaan Wanita dalam Menyambut Women's Day 2019 Bersama L’Oréal!

Siapa yang gak kenal dengan salah satu perusahaan beauty terbesar di dunia, L’Oréal? Terdapat banyak cara yang telah mereka lakukan guna menunjukkan dukungan terhadap pemberdayaan wanita di Indonesia. Hal ini tercermin dalam cara mereka mengelola perusahaan dan menghargai karyawan-karyawannya.
Sampai saat ini, jumlah karyawan wanita dan pria yang dipekerjakan sampai pada titik angka yang seimbang. Dalam dua belas Manajemen Committee terdapat enam orang perempuan, bahkan dua dari mereka memegang posisi general manajer lho!
Nah, dalam menyambut International Women’s Day, tujuan utama L’Oréal adalah untuk merayakannya dengan orang-orang terdekat, terutama dengan karyawan-karyawan wanita. Senin (11/3) tim IDN Times berkesempatan untuk melihat langsung kegiatan seru yang mereka persiapkan untuk International Women’s Day tahun ini.
1. Pampering day! Waktunya memanjakan diri sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan

Di hari yang spesial, tentu dibutuhkan juga treatment yang gak kalah spesial. L’Oréal menyediakan beberapa treatment gratis untuk karyawan-karyawannya, baik wanita maupun pria, untuk dinikmati. Seperti totok wajah, creambath by Matrix, manicure pedicure, juga skin consultation by Kiehl’s. Bahkan setiap seminggu sekali ternyata disediakan jasa manicure pedicure dan massage, lho.
Penting bagi perusahaan untuk membuat karyawannya merasa nyaman dan dihargai. “Untuk hari hari spesial kita suka buat kegiatan-kegiatan internally yang bisa dinikmati oleh karyawan-karyawan kita. Kegiatan itu dibuat oleh kita dan untuk kita.” Ujar Melanie Masriel, Communications, Sustainability, and Public Affairs Director L’Oréal Indonesia.
2. Membantu pemberdayaan wanita-wanita Indonesia yang memiliki latar belakang kehidupan yang sulit

Di Indonesia, tidak sedikit isu-isu sosial yang menyangkut wanita. Seperti korban kekerasan, remaja yang meninggalkan pendidikan untuk membantu rumah tangga, serta pengangguran. Mulai 2014, L’Oréal telah membantu menghidupi sekian banyak wanita dengan latar belakang yang sulit melalui program bertajuk Beauty For A Better Life (BFBL).
Melalui program ini, L’Oréal membuka training center lintas Indonesia dengan memberikan akses pelatihan di bidang kecantikan secara gratis selama empat setengah bulan. Dengan begitu, tidak hanya mendapat skill dalam bidang kecantikan, namun juga membuka wawasan dan pandangan mereka dengan kreatif dan mandiri.
Setelah beberapa bulan menjalankan training, banyak kesempatan bagi mereka untuk memiliki penghidupan yang lebih baik dengan cara menekuni di bidang beauty tersebut, seperti membuka usaha salon sendiri, bekerja di suatu salon, atau membuka usaha freelance.
3. Terdapat hasil yang sangat signifikan bagi para alumni Beauty For Better Life

“Kita punya database setiap alumni, dan kita melakukan monitor untuk melihat perkembangan mereka setiap 2-3 tahun sekali. 68 persen dari mereka menggunakan skill yang mereka dapat saat training dalam profesi-profesi beauty. Kalau dari taraf hidup, banyak yang sudah bisa menyekolahkan anak-anaknya, menghidupi keluarganya, membayar utang, bayar kos, dan lain sebagainya. Rate-nya sebesar 96 persen dari mereka yang sudah punya penghidupan yang jauh lebih baik.” Tutur Melanie. Cool!
4. Erimina Salju. Keterbatasannya dalam mendengar, tidak menghentikan perjalanannya mengejar mimpinya di bidang beauty

Keterbatasan fisik tidak menjadi hambatan untuk siapa pun menjadi sukses. Program BFBL membuka kelas khusus untuk kawan-kawan difabel juga lho. Tim IDN Times berkesempatan untuk bertemu kawan tunarungu yang juga merupakan salah satu alumni BFBL angkatan 2015, Erimina Salju.
Sebelum pindah ke Jakarta, Erimina tinggal di NTT bersama kedua orangtua dan dua adiknya. Ia memang sudah tertarik dalam dunia beauty sejak lama, bahkan si wanita tangguh yang satu ini pernah mengikuti kursus kecantikan sewaktu di NTT. Namun, sifatnya yang optimis dan pantang menyerah membuat ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta dan membangun kehidupan di ibukota. Keseriusannya dalam bidang beauty membuatnya bergabung dalam angkatan pertama BFBL khusus untuk kawan-kawan difabel.
“Kursus dengan L’Oréal berbeda sama kursus kecantikan yang aku ambil dulu. Ini lebih bagus dan aku seneng. Sekarang aku punya salon sendiri di Pamulang, tapi lagi gak aktif dulu karena mau fokus skripsi.” Ujar Ermina. Yup! Ermina sekarang sudah sampai tahap semester akhir perkuliahannya di Jakarta lho! “Kadang bayar kuliah pake uang sendiri, kadang masih pake uang orang tua.” Tambahnya.
5. Beda lagi dengan Neneng Lilis yang sudah bisa beli motor dan membiayai anak-anaknya sekolah!

Neneng Lilis, atau yang lebih akrab disebut dengan Mustika, baru saja lulus jadi trainee BFBL bulan November 2018 lalu. “Sebelum ikut program, saya kerja jadi apa aja. Ada kerjaan apa pun diambil yang penting menghasilkan uang. Sempet juga jadi tukang urut. Lalu saya ditawarin ikut program L’Oréal di Cipanas dan akhirnya keterima untuk ikut.” Ucapnya.
Mustika memiliki tekad yang besar untuk mendalami bidang beauty, ia percaya ilmu yang didapat dari program tersebut bisa menghasilkan sesuatu untuknya, sampai-sampai belum selesai training pun, ia sudah membuka jasa potong rambut gratis lho.
“Ternyata banyak yang suka. Sedikit demi sedikit pelanggannya semakin bertambah dan akhirnya saya beri harga supaya saya bisa beli produk sendiri. Kemudian saya mulai belajar smoothing dan hair coloring jadi saya tambahkan itu juga. Akhirnya sekarang setelah lulus saya sudah punya salon di rumah saya. Alhamdulillah sekarang sudah ada motor dan bisa membiayai anak-anak kuliah.” Tambah Mustika.
Bagaimana kamu merayakan Hari Wanita Sedunia?


















