Terkadang aku bosan berada di bangku kuliah, aku bosan dengan setumpukan tugas yang setiap saat selalu menghantuiku, aku bosan dengan kegiatan kampus yang hampir menyita waktu, dan aku bosan masih minta uang ke Mamah. Aku pernah bilang ke Mamah “Mah, aku mau kerja sambil kuliah aja. Biar uang kuliah bisa aku bayar sendiri.”
Dan jawaban yang aku terima selalu seperti ini ”Untuk sekarang Mamah gak ngizinin kamu buat kerja dulu, biar Mamah yang kerja. Kamu fokus kuliah dulu aja, Mamah mau anak perempuan Mamah satu-satunya berpendidikan dan setelah lulus dapet pekerjaan yang bagus. Pesan dari Mamah cuma satu; fokus kuliah dulu dan jangan mikir yang macem-macem dulu.”
Pesan dari Mamah cukup membuat hatiku tenang, untuk tidak memikirkan hal-hal yang lain dahulu. Akan tetapi, aku iri dengan teman-teman seumuranku yang sudah bisa membelikan barang-barang yang bagus dan berharga untuk Mamahnya. Sementara aku, bukannya memberi malah meminta. Aku pernah bicara ke Mamah,“Mah. Aku sedih, aku belum bisa ngasih sesuatu yang bikin Mamah bahagia.”
Betapa bangganya aku memiliki Mamah yang begitu tulus memberi dan menyayangiku, aku janji Mah, secepatnya aku akan membahagiakanmu. Aku janji.
