Teruntukmu yang nantinya membaca ini, aku tak ingin kamu beranggapan, bahwa aku menulis ini karena aku ingin memintamu untuk akhirnya memilihku. Aku sadar aku tak bisa memaksakan kehendak seseorang. Aku sadar bahwa seseorang berhak untuk memilih. Yang perlu kamu tahu bahwa aku menulis ini, karena hari ini tiba-tiba saja aku begitu merindukanmu.
Tentang melepaskan, adakah yang lebih sakit dari melepaskan? Apalagi aku yang sudah terlalu besar berekspektasi dan pada akhirnya apa yang aku ekspektasikan tidak sejalan dengan apa yang terjadi. Sakit memang. Sedih pasti. Tapi aku tak pernah menyesali semua itu. Aku tak pernah protes. Karena aku tahu Tuhan tak sejahat itu. Dia tak mungkin mengambil sesuatu, kecuali menggantinya dengan yang lebih baik.
