Saatnya Berhenti, Ini 8 Bahaya Memupuk Rasa Insecure dalam Hubungan

Apa yang kamu pikirkan saat harus menjabarkan arti dari rasa insecure? Sebetulnya insecure punya makna luas, lho. Secara garis besar, ini bisa berarti perasaan di mana kamu mendambakan validasi, merasa kurang percaya diri, atau ketakutan yang berlebihan. Siapa pun bisa saja mengalami hal ini. Tapi bedanya adalah pada seberapa tinggi kadar rasa insecure itu sendiri.
Dalam hubungan asmara, bukan tak mungkin seseorang kerap merasa insecure. Delapan bahaya ini bisa timbul dari insecure belebihan. Sebelum insecure-mu makin parah dan mengganggu keharmonisan hubungan, sekarang saatnya kamu berhenti.
1. Apa-apa curiga, rasanya sulit sekali untuk kamu tidak membayangkan tentang kehilangan pacar atau hal lain yang belum tentu terjadi

Padahal sebenarnya tidak terjadi sesuatu, tapi belum apa-apa sudah curiga. Tiap detik kamu merasa terancam dan itu semua adalah buah dari rasa insecure-mu. Takut kehilangan pacar karena rasa sayang tentu wajar. Namun saat kemudian sadar bahwa ketakutan ini sudah sangat berlebihan karena berdasar dari pemikiran negatif, kamu harus gerak cepat untuk mengatasi.
2. Kalian akan cenderung sering ribut, hal ini berakar dari kesalahpahaman dalam hubungan akibat rasa insecure

Khayalan demi khayalan dari rasa insecure akan berujung kesalahpahaman. Setelah akhirnya tak tahan merasa curiga, kamu akan mulai posesif pada pacar. Bukan hal yang mustahil kalau kamu jadi membatasi ruang geraknya. Lalu situasi ini diikuti dengan meningkatnya frekuensi ribut dan menurunnya tingkat keakuran dalam hubungan kalian.
3. Sayang seribu sayang, insecure dapat mengikis kemampuanmu untuk memperlakukan pacar dengan lebih baik lagi

Saat berpacaran dengan seseorang, memperlakukannya dengan baik adalah sesuatu yang harus kamu upayakan. Sedangkan rasa insecure yang dari hari ke hari kian parah dapat mengikis kemampuan kamu untuk beri perlakuan terbaik. Oleh karena adanya rasa curiga dan kurangnya kepercayaan, kamu jadi lebih fokus akan sesuatu yang negatif dibanding yang positif.
4. Kamu kurang bisa menebar kebahagiaan pada pacarmu, karena kamu sendiri pun masih belum bisa bahagiakan diri sendiri

Bagaimana kamu bisa dengan mudah membahagiakan pacar, di saat kamu masih belum mampu ciptakan rasa bahagia buat diri sendiri. Hati-hati lho, guys. Kalau kamu terlalu fokus pada perasaan insecure, maka kamu otomatis tidak mengindahkan sejuta hal baik yang ada di sekelilingmu. Jangan sampai keburu menyesal duluan. Kamu harus mampu mengusir insecure yang mengganggu.
5. Berkurangnya kebahagiaan dalam hubungan, kisah asmaramu akan terasa menyengsarakan akibat rasa insecure

Bukankah menjalin hubungan umumnya diikuti dengan harapan bisa menyempurnakan kebahagiaan? Apalah arti kamu jalani kisah asmara dengan seseorang, kalau kamu tak punya rasa percaya diri atau keyakinan. Harusnya membahagiakan, namun hubungan ini akan terasa begitu menyengsarakan batin. Faktanya, ini semua adalah bibit dari musuh dalam jiwamu, yaitu rasa insecure.
6. Tiada hari tanpa insecure, kamu secara tak langsung membiarkan auramu meredup dan tampak kurang menarik

Seseorang terlihat paling menarik saat binar matanya penuh dengan kepercayaan diri. Ini pun berlaku untuk kamu. Pernah kamu lihat orang yang percaya pada dirinya sendiri? Tentu kamu jauh lebih merasa tertarik daripada melihat seseorang yang auranya redup. Yuk, biarkan auramu memancar dengan percaya diri. Itu artinya, kamu harus say goodbye sama rasa insecure!
7. Bergantung pada opini pacar untuk mendengar cukup baik tidaknya kamu di mata dia, kamu merasa harus selalu diyakinkan

Sebagai pacar yang baik hati, pasti ia tidak ingin pasangannya merasa insecure. Namun kalau dibiarkan berlanjut tanpa kamu punya keinginan untuk mengubah kebiasaan insecure-mu, kamu akan ingin selalu diyakinkan. Rasanya kamu belum merasa lengkap kalau belum dapat validasi atau dorongan menyakinkan dari orang lain, termasuk pacar.
8. Karena kamu tak pernah berusaha berubah, pacar yang senantiasa meyakinkan kamu akan lelah dengan sendirinya

Terpupuknya rasa insecure tanpa ada keinginan untuk berubah bisa jadi bumerang tersendiri buatmu, lho. Pacarmu sudah meyakinkan berkali-kali tapi kamu tetap begini. Di tahap terakhir, pacar mungkin akan merasa lelah. Bukan salahnya, namun tiada keinginanmu untuk mencoba mengusir rasa insecure itulah yang jadi bibit permasalahan.
Coba pikir lagi, deh. Kalau begini terus apakah hubungan kalian akan berjalan mulus? Kamu sudah bisa menebak sendiri jawabannya. Memang betul support dan kasih sayang pacar bisa membantumu dari luar. Akan tetapi, yang paling bisa menolong adalah kemauan diri sendiri untuk berubah.
Daripada terus-terusan insecure, gimana kalau kamu latih rasa percaya diri pelan-pelan? Jauh lebih berguna untuk diri sendiri dan hubungan asmaramu, kan?


















