Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
pexels.com/Tess Emily Seymour
pexels.com/Tess Emily Seymour

Perpisahan dengan kekasih memang menyakitkan, rasanya hampir sama seperti kehilangan anggota keluarga. Beberapa orang mungkin percaya bahwa rasa sakit perpisahan akan sembuh seiring waktu, tapi tidak selalu benar.

Jika kamu ingin sembuh dan menatap masa depan, buatlah rencana untuk mengabaikan hal-hal menyakitkan sembari waktu akan menyembuhkan sakitmu.

Nah, berikut adalah langkah-langkah yang bisa membantumu sembuh lebih cepat dari sakitnya perpisahan dan melupakan mantanmu.

1. Luangkan waktu untuk bersedih

pexels.com/Kat Jayne

Otak kita menganggap perpisahan sama dengan rasa sakit. Penderitaan secara psikologis bisa sangat menyiksa, perpisahan dengan kekasih rasanya seperti kehilangan anggota keluarga. Bagaimanapun, hubungan romansa yang kamu bangun memang sudah berakhir.

Oleh karena itu, lebih baik kamu meluangkan waktu untuk menjalani masa bersedih itu dan menerima kenyataan bahwa semuanya sudah berakhir.

2. Jangan tenggelam dalam kenangan

pexels.com/Pixabay

Tidak ada hubungan yang sempurna. Namun, setelah perpisahan, melupakan adalah sesuatu yang sulit, kadang muncul kenangan indah dari hubungan masa lalu, dan menganggap mantan adalah orang yang baik.

Dibanding membanggakan masa lalu, cobalah untuk mengingat faktor-faktor apa saja yang membuat hubungan gagal. Pertimbangkan sikap dan kekurangan mantan.

Hubunganmu mungkin tidak di waktu yang tepat, atau punya tujuan hidup berbeda. Ingat kembali faktor itu saat timbul keinginan untuk menghubungi mantan kembali.

3. Ubah pola pikir dan berkumpulah bersama orang yang kamu sayang

pexels.com/mentatdgt

Biasanya, langkah tersulit saat ingin melupakan tentang mantan adalah menghilangkannya dari pikiranmu. Maka, orang-orang yang bisa kamu mintai pertolongan dan dukungan adalah orang-orang yang kamu sayang.

Coba ubah pola pikirmu dan pahami bahwa otak bisa diajak bekerja sama. Kurangi memikirkan mantan dan menggantinya dengan seseorang yang dekat denganmu, yakni orang yang mencintaimu tanpa syarat, seperti orang tua, saudara, atau sahabat.

4. Tolak permintaan berteman dari mantan

pexels.com/Vera Arsic

Mantan mungkin berkata "kita bisa menjadi teman." Tapi jangan pernah terima permintaan itu. Dalam suatu perpisahan, kamu tidak bisa tiba-tiba berteman dengan mantan. Berteman dengan mantan saat hati masih sakit justru akan lebih memicu rasa sakit, stres, dan pengalaman buruk lainnya.

Untuk diketahui, pertemanan hanya mungkin terjadi jika kamu tidak memiliki emosi atau perasaan romantis satu sama lain.

5. Hindari kemungkinan kontak

pexels.com/Kaboompics.com

Sekali kamu sudah yakin bahwa mantan tidak akan bisa lagi masuk dalam hidupmu, buatlah usaha agar tidak ada kemungkinan kontak dengan cara apapun. Tidak ada telepon, email, atau pesan lainnya. Pastikan juga mantan tidak muncul di beranda media sosial milikmu.

Kamu harus menjadi orang yang kuat dan tanpa basa-basi untuk mencapainya karena mungkin saja mantan juga ingin menjalin kontak denganmu, dan kamu bisa saja gagal melupakannya. Jika harus memilih cara ekstrem, bisa saja kamu abaikan atau blokir segala yang berhubungan dengan mantan.

Terima perpisahan, rencanakan cara untuk mengurangi rasa sakitmu, dan biarkan mantan berlalu. Bagaimana perasaanmu saat harus mengalami perpisahan? Apakah ada cara untuk cepat menyembuhkan sakitnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team