Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Bohong! Ini Kan Perasaanmu Ketika Selalu Dibanding-bandingkan dengan Saudaramu?

Jangan Bohong! Ini Kan Perasaanmu Ketika Selalu Dibanding-bandingkan dengan Saudaramu?

Tak ada orang yang suka dibanding-bandingkan. Apalagi jika yang melakukannya adalah keluarga kita sendiri, orang-orang yang paling kita sayangi. Rasa sebal bahkan marah ketika dibanding-bandingkan memang banyak kita lalui saat kita masih kecil. Tapi dampaknya dan rasa sakit yang dulu kita rasakan masih terasa sampai sekarang dan berpengaruh terhadap hubungan persaudaraan.

1. Sedikit saja kamu berbuat tidak baik, orang tuamu selalu mengambil kakak atau adikmu sebagai contoh yang katanya lebih baik.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160123/1013-fish-hadids-3-05d9acd0f5859e3b81cdaff0ea9ed393.jpg

"Lihat adikmu, dia nggak pernah bikin Mama sampai marah kayak gini". Dan kamu hanya bisa menjawab di hati, "Oke aku salah, tapi kenapa harus dibandingkan dengan adik sih?"

2. Saat kamu berhasil mencapai sesuatu pun, tetap ada nama orang lain yang disebut di sana.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160123/girl-with-bad-report-card-51a54e654a52a2eb0d84a363596ff729.jpg

"Selamat nak, kamu hebat sama seperti kakakmu". Kata 'seperti'Β rasanya benar-benar membuatmu ingin meledak saat itu juga.

3. Kamu merasa hidup benar-benar tidak adil.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160123/its-not-fair-d7db91cd25f69085b9b88bdb37fcac77.jpg

Semua hal yang kamu lakukan dan dapatkan selalu dibanding-bandingkan. Rasanya dunia sangat tidak adil padamu.

4. Kasih sayang orang tua dan orang-orang di sekitarmu pun kamu ragukan.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160123/ini-loh-alasannya-orang-tua-sering-membandingbandingkan-big-2880-4c4e187e3f15078f02a4b8aa93e24799.jpg

Kalau mereka menyayangimu kenapa kamu selalu dibanding-bandingkan, itu kan yang kamu pikirkan?

5. Semua yang sudah kamu lalui serasa tak berguna lagi saat harus dibanding-bandingkan.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160123/i-m-not-tired-of-life-i-m-tired-of-people-4096b60554201d90433923ff980e2ac7.jpg

Kamu bekerja keras demi bisa lebih baik dari saudara-saudaramu, tapi ujung-ujungnya nama mereka masih membayangi hidupmu.

6. Kamu heran kenapa kamu tak boleh menjadi dirimu sendiri.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160123/holding-onto-why-1130x570-31c48dce336fb051dca1514177661dc4.jpg

Hidupmu selalu dipersalahkan dan dipertanyakan, kamu tak tahu lagi harus berbuat apa.

7. Memberontak adalah satu-satunya cara yang bisa melegakan rasa marahmu.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160123/father-and-daughter-10c54c3f09e6ebea6eac9ec967eade4b.jpg

Perintah orang tua tak lagi kamu dengarkan dan bermain dengan teman-teman di luar menjadi hal yang lebih seru dan menyenangkan.

8. Perlahan kamu memilih teman sebagai keluarga utamamu.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160123/saudara8-simplymphotographycom-db586e10ed13cce6fad5bfc2ec2fef7f.jpg

Bersama mereka membuatmu lebih nyaman karena kemungkinan untuk dibanding-bandingkan jadi lebih kecil.

9. Membayangkan menjadi anak tunggal sering menghantui pikiranmu.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160123/stocksy-txp55fecc00fob000-small-509646-600x300-f6ad38325d13f8081e29dd914cce91fe.jpg

Kamu berpikir mungkin masalah ini akan selesai jika kamu tak punya saudara kandung.

10. Lebih buruknya, keinginan untuk mati sempat terlintas di kepalamu.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160123/saudara10-huffpostcom-00e876e8740ca9a2254de4473021c11b.jpg

Bahkan dalam kondisi terburuk, berpikir seperti ini rasanya sudah biasa untukmu.

11. Memang sebal dan marah rasanya, tapi rasa sayang juga tetap ada.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160123/membuat-kolase-foto-keluarga-7dddeb7a93148115c1ed588321cae07d.jpg

Bagaimanapun keluarga adalah tempat kembali yang paling nyaman. Ada kehangatan yang tak bisa kita dapatkan di luar keluarga.

Jalan terbaik untuk mengatasi amarahmu adalah meluapkannya. Bicarakan baik-baik dengan orangtuamu tentang rasa kesal yang kamu pendam selama ini. Siapa tahu mereka akan memahaminya 'kan?

Share
Topics
Editorial Team
Fera Nur Aini
EditorFera Nur Aini
Follow Us

Latest in Life

See More

Article Test

04 Mar 2026, 09:09 WIBLife
ARTIKEL TESTING NOTIF 2

ARTIKEL TESTING NOTIF 2

24 Feb 2026, 10:30 WIBLife