Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Logis Tak Usah Sakit Hati saat Kekasih Membahas Mantannya

Pixabay.com/Fxq19910504
Pixabay.com/Fxq19910504

Dalam hubungan asmara, membahas mantan nyaris sama keadaannya dengan ‘membangunkan harimau tidur’. Bukannya membahas mengenai hubungan bahagia berdua, yang dibicarakan saat bertemu selalu mengenai mantan, mantan dan mantan. Bisa membuat sakit hati, membicarakan mantan dianggap sebagai perbuatan yang bisa mencederai hubungan asmara berdua.

Padahal tak selalu buruk, berikut ini beberapa alasan mengapa jangan dulu merasa sakit hati saat pasangan membahas mantannya sendiri.

1.Ini dunia nyata, bukan negeri dongeng yang kisah cintanya bisa di'bolak-balik'

Pixabay.com/5688709
Pixabay.com/5688709

Kamu harus sadar, kamu hidup di dunia nyata yang tentu saja segala kisah asmaranya tak ‘seheboh’ dan ‘selebay’ dalam kisah dongeng atau drama. Memang sih ada beberapa orang yang merasa ‘tak nyaman’ saat kekasih membahas mantannya. Namun, membahas mantan bukan berarti kekasih masih memiliki ‘rasa’ dan ingin kembali menjalin asmara dengannya. Membahas mantan untuk diambil sisi baiknya kan tentu saja bukan merupakan hal yang salah kan?

2.Kamu juga bisa bebas menceritakan mantanmu sendiri tanpa perasaan khawatir

Pixabay.com/Pexels
Pixabay.com/Pexels

Ngaku deh, saat kekasihmu membahas mantannya, kamu juga pasti ‘tergelitik’ untuk ikut membahas mantanmu juga. Masing-masing punya kisahnya sendiri, membahas secara positif mantan masing-masing ternyata bisa membuat hubungan menjadi lebih berkualitas, lho. Jika pasanganmu bisa bebas membahas mantannya secara terbuka, maka kamu juga tak akan merasa risi saat membahas mantanmu dengan bebas.

3.Tunjukkan bahwa kamu bisa berbuat 'lebih baik' dari mantannya

Pixabay.com/panajiotis
Pixabay.com/panajiotis

Ketika kekasih membahas mantannya, maka kamu juga biasanya akan memiliki semangat untuk memiliki sikap yang lebih baik dari mantannya. Tanpa bermaksud membanding-bandingkan, kekurangan dan kelebihan mantan bisa dijadikan pedoman bagi kamu untuk lebih berbuat baik lagi dalam menjalin hubungan. Jadi kamu bisa tahu apa yang yang disukai dan tidak dari pasangan dari kisah mantan yang diceritakannya padamu.

4.Bukan masalah siapa yang jadi mantan, tapi siapa yang jadi pendamping saat jadi manten

Pixabay.com/gpalmisanoadm
Pixabay.com/gpalmisanoadm

Karena kamu dan pasanganmu punya kisah asmara masing-masing di masa lalu, maka jadikan hal tersebut sebagai pedoman untuk berbuat lebih baik lagi di masa depan. Yang menjadi inti dari sebuah hubungan tentu saja bukan siapa yang jadi mantan, tapi siapa yang akan jadi pendamping saat jadi manten. Kisah asmara yang sukses bukan karena mereka yang sering berganti-ganti pasangan, namun yang bisa membawanya ke pelaminan.

5.Daripada membahas keburukan orang lain alias ghibah?

Pixabay.com/sasint
Pixabay.com/sasint

Membahas mantan dari sisi positif tentu saja akan lebih bermanfaat daripada membahas keburukan orang lain yang berpotensi menjadi ghibah. Karena topik pembicaraan sangat beragam, maka potensi membahas hal-hal negatif orang lain bisa saja kamu lakukan tanpa disadari. Kan percuma hubungan asmara baik tapi ketika berbincang selalu berghibah-ria membicarakan orang lain dari sisi negatifnya, semisal membahas jomlo sembari tertawa terbahak melecehkan.

Jadi, tak ada alasan untuk sakit hati ketika kekasih sesekali membahas mantannya dalam beberapa kesempatan ya? Yakinlah, asmara yang sudah terjalin dengan baik tak akan bisa terkikis hanya karena masalah kecil yang bukan menjadi prinsip dan hakikat hubungan itu sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Iip Afifullah
EditorIip Afifullah
Follow Us

Latest in Life

See More

Sit eiusmod minim voluptas assumenda commodi magni culpa sit harum

19 Jan 2026, 16:20 WIBLife