Berbeda dengan Minggu-Minggu sebelumnya, pagi itu Romo Widya bertugas untuk mendampingi mahasiswa Katolik di Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Sejak pukul 05.30, Romo telah melakukan misa dan siang harinya berencana untuk menghadiri acara sosialisasi Pemilu untuk pemilih pemula di SMA Katolik St Hendrikus.
Namun, acara tersebut hanyalah sebuah rencana. Di tengah-tengah memberikan materi, salah satu panitia menyodorkan HP padanya. Dari layar HP tersebut terlihat jelas video beberapa orang yang tengah mengangkut orang-orang yang terluka. "Saya perhatikan pertama-tama adalah pintu gerbang, lho kok Gerejaku," begitulah yang terlintas di benak Romo kala itu. Spontan dia meninggalkan semua acara dan bergegas menuju Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja yang sudah dia anggap sebagai rumahnya sendiri.
