Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cari Uang Itu Gak Pernah Gampang, Kawan

Kehidupan semakin modern, begitu juga dengan gaya hidup. Muda-mudi masa kini yang hobi dan rela menghabiskan waktunya di tempat-tempat yang keren. Seakan tak peduli akan berharganya waktu, berapa ratus menit yang terbuang hanya demi nongkrong di tempat-tempat yang sebenarnya hanya membuatmu kehilangan masa produktif mereka.

Layaknya remaja yang bebas dan tidak terikat oleh apapun, kita merasa bahwa masa muda kita adalah suatu masa yang perlu dirayakan. Ya, benar, harus dirayakan. Tapi dirayakan dengan berbagai prestasi, bukan hanya sekedar bersenang-senang yang sebenarnya membuatmu tidak ada beadanya dengan  anak muda lainnya di mata orang lain.

Tempat-tempat bergengsi itu memang menggoda melebihi apapun.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20151119/palasmallro-a86f5172f690842422c21c792d1a4997.jpg

Tempat-tempat bergengsi memang nikmat dan terlihat berkelas untuk dinikmati. Namun, tahukah kamu bahwa tempat-temat tersebut memang bertujuan untuk di bisniskan? Terkadang kita nggak sadar, bahwa semua itu hanya bersifat semu belaka. Membelanjakan sekian ratus ribu hanya untuk satu porsi makanan yang sebenarnya bisa untuk makanmu beberapa hari.

Tak ada yang salah dengan semua itu, jika hanya sesekali. Namun, dengan intensnya kamu mengunjungi tempat-tempat tersebut, kamu dengan semakin mudahnya untuk membelanjakan uangmu dan tanpa terasa uangmu menguap begitu saja. Mengalir bak derasnya aliran sungai. Lembaran demi lembaran rupiah itu pun seakan menguap ketika kamu memilih porsi yang sebenarnya tak semahal itu. Kamu boeh merasa iri dengan mereka yang dengan rajinnya, mengunjungi tempat bergengsi tersebut. Tapi, ketahuilah apa yang mereka rasakan tak selalu sama dengan apa yang kamu pikirkan. 

Di mana rasa sosialmu?

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20151119/cetghana-002ed3d423198fc4f6fb7bfc22fab639.jpg

Nongkrong di tempat-tempat bergengsi. Lalu apa hal positif apa yang kamu rasakan? Hanya sekedar melepaskan rasa stress. Dampak yang lebih berbahaya sebenarnya kamu akan kekurangan rasa kepedulianmu dengan orang lain. Kamu seakan menutup mata terhadap hal-hal sekitarmu yang sebenarnya lebih membutuhkan daripada sekedar menghamburkan uang di tempat-tempat mapan.

Rasa anti sosial mulai menghinggapi dirimu, seakan kamu hanya merasa bahwa uangmu adalah milikmu seutuhnya. Tidak ada pemikiran untuk membantu orang lain. Orang lain lebih melihatmu hanya sebagai anak muda, bukan orang yang bermanfaat bagi sekitarmu.

http://cdn.idntimes.com/content-images/post/20151119/snowlife-elisablog-ee8ce9433a9ed49df90ff8783d8562be.JPG

Pikir kembali kawan, mendapatkan lembaran rupiah tidak sebercanda itu. Orang tua rela melakukan hal apapun demi membahagiakanmu. Jika pun kini kamu bisa menghasilkan uang sendiri, bukankah kamu sayang menghabiskan uang tersebut dalam sekejap mata?

Renungkanlah, suatu saat kau akan mengerti betapa berharganya lembaran rupiah tersebut untuk hidupmu saat kau benar-benar merasakan bahwa uang begitu lekat dengan hidupmu. 

Share
Topics
Editorial Team
Andreanyta Erni
EditorAndreanyta Erni
Follow Us

Latest in Life

See More

Expedita non do totam provident accusantium obcaecati ea eum dolor necessitatibus eligendi veniam cupiditate doloribus voluptas

07 Jan 2026, 09:23 WIBLife