Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dianggap Biasa, 5 Pertanyaan Ini Malah Membuat Tersinggung

pexels.com/@jopwell
pexels.com/@jopwell

Pada saat berkumpul dengan teman atau keluarga yang sudah lama tidak berjumpa banyak hal yang ingin diketahui dari mereka. Segala pertanyaan seakan menumpuk di kepala dan tidak sabar untuk ditanya. Tetapi jangan sampai apa yang ditanyakan malah membuat tersinggung.

Banyak hal dianggap sebagai pertanyaan wajar atau biasa tetapi negatif dan menyinggung bagi orang yang ditanyai. Berikut 5 pertanyaan yang dianggap biasa tapi menyebabkan tersinggung, yaitu:

1.Menanyakan kapan punya anak

pexels.com/@daniel-reche
pexels.com/@daniel-reche

Pertanyaan ini jangan sampai terlontar kepada teman kamu yang sudah lama menikah tapi belum punya anak. Setiap orang mempunyai perjuangan dalam mendapatkan momongan dan bukan urusan kamu. Pertanyaan tersebut bisa menjadi beban psikologis dan membuat stres teman kamu.

2. Menanyakan kapan akan menikah

pexels.com/@serjosoza
pexels.com/@serjosoza

Pertanyaan “kapan nikah” selalu terlontar jika ada pertemuan keluarga terutama saat lebaran. Padahal untuk yang telah berusia 30 tahun ke atas dan masih single pertanyaan tersebut sangat sensitif. Meskipun terdengar bercanda namun dapat membuatnya malas untuk datang kembali berkumpul jika ada undangan lagi.

3."Anaknya sudah bisa apa?"

pexels.com/@pragyanbezbo
pexels.com/@pragyanbezbo

Jika yang bertanya adalah seorang dokter atau praktisi kesehatan anak tidak masalah. Namun pertanyaan tersebut akan menyinggung perasaan orang yang memiliki anak dengan kekurangan fisik jika yang bertanya orang awam.

Lebih baik tanyakan usia anak dan kegiatannya saat bermain. Dengan demikian dari pertanyaan tersebut nantinya akan mengalir dan teman kamu akan bercerita akan kemampuan anaknya.

4."Anaknya peringkat berapa?"

pexels.com/@pixabay
pexels.com/@pixabay

Pertanyaan ini sering terucap pada saat pengambilan rapor atau kenaikan kelas anak. Orang tua yang memiliki anak berprestasi akan dengan bangga membicarakan. Namun yang memiliki anak terbatas kemampuannya, pertanyaan tersebut amat menyinggung. Tidak hanya orang tua perasaan anak juga demikian.

5.Terlalu banyak memberikan peringatan untuk yang sedang hamil

pexels.com/@freestocks
pexels.com/@freestocks

Senang rasanya melihat teman yang sedang hamil. Tetapi sebaiknya jangan turut campur dalam masalah janinnya. Terlalu banyak peringatan larangan yang kamu berikan akan membuatnya panik dan malas berinteraksi jika bertemu.

Lebih baik berikan masukan jika dia bertanya. Selain itu jangan terlalu sering mengelus perutnya. Selalu mengelus perutnya akan membuat tidak nyaman.

Berkumpul dengan saudara atau teman yang sudah lama tidak bertemu tentu menyenangkan. Jangan sampai pertemuan yang menyenangkan berubah jadi gak enak akibat pertanyaan kamu, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
A Nitha Nahfiah
EditorA Nitha Nahfiah
Follow Us

Latest in Life

See More

Dolorem ut similique fugit amet provident ut perferendis suscipit m

01 Des 2025, 15:19 WIBLife