Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Kerugian yang Datang di Kehidupanmu Jika Selalu Sambat

Unsplash.com/David Hurley
Unsplash.com/David Hurley

Memupuk rasa syukur menjadi suatu kebiasaan bukanlah perihal sepele. Hadirnya sikap mensyukuri sesuatu membuat kamu sadar akan sederet hal yang telah kamu dapat dalam kehidupan. Serta apa-apa saja nikmat yang Tuhan beri selama ini. Nah, sejauh ini apakah kamu sudah membiasakan diri untuk bersyukur? Atau malah sebaliknya?

Hati-hati, minimnya rasa syukur akan memberi dampak buruk dalam hidup. Supaya kamu makin terdorong untuk melepas kebiasaan ini, pahami tujuh kerugian yang akan hadir di kehidupanmu kalau kamu selalu sambat.

1. Mindset akan selalu berpusat pada apa yang kurang, bukan pada sesuatu yang telah kamu raih sejauh ini

Unsplash.com/Thư Anh
Unsplash.com/Thư Anh

Selama kamu hidup, pasti sudah banyak sekali hal yang telah kamu raih. Di luar besar kecilnya, sudah sepatutnya kamu bersyukur. Kalau rasa syukur kerap luput dari dirimu, otomatis mindset akan selalu berpusat pada apa saja yang kurang. Padahal banyak hal di sekeliling yang dapat kamu syukuri dan tidak sepantasnya kamu abaikan.  

2. Saat kamu terus-menerus merasa kurang, makin banyak waktu yang terbuang secara sia-sia

Unsplash.com/Makhmutova Dina
Unsplash.com/Makhmutova Dina

Dampak buruk dari kurangnya rasa syukur ialah banyak waktu yang terbuang sia-sia. Bukannya membiasakan diri bersyukur, kamu malah selalu memikirkan apa yang kurang. Setiap detik yang mestinya kamu habiskan untuk sesuatu yang berguna, justru terlewati begitu saja oleh karena kebiasaan buruk ini.

3. Banyak merasa tidak puas dalam berbagai hal, kebahagiaan akan sulit kamu rasakan

Unsplash.com/Hernan Sanchez
Unsplash.com/Hernan Sanchez

Ketika kamu banyak bersyukur baik atas pencapaian atau nikmat yang telah Tuhan beri, kebahagiaan akan senantiasa dirasakan. Akan tetapi, kamu akan merasa serba tak puas jika sikap syukur belum tertanam dalam diri. Akibatnya, kamu jadi kesulitan untuk merasakan secercah kebahagiaan.

4. Kurangnya rasa syukur akan serta merta membuat kualitas diri kian menurun

Unsplash.com/Trent Szmolnik
Unsplash.com/Trent Szmolnik

Seseorang pasti ingin kualitas dirinya meningkat dari waktu ke waktu. Namun sayang sekali, kualitas diri dapat kian menurun kala kamu kurang bersyukur. Kalau kamu tak mau berubah ke arah yang negatif, biasakanlah melakukan berbagai hal positif meskipun sederhana. Salah satunya adalah dengan membiasakan diri untuk bersyukur. 

5. Ketidakpuasan yang terus berlanjut perlahan menjauhkanmu dari pintu kesuksesan

Unsplash.com/Vin Stratton
Unsplash.com/Vin Stratton

Manusia memang sebaiknya tak cepat berpuas diri. Ada banyak langkah yang dapat dilanjutkan seusai kamu melakukan satu pencapaian. Tapi lain cerita kalau semangat juang berubah jadi ketidakpuasan yang terus berlanjut. Yang ada, kamu malah tertekan dengan sendirinya. Bahkan bisa perlahan membuat pintu kesuksesanmu terhalang. 

6. Jiwa terasa tak tenang lantaran terus merasakan berbagai ketakutan dalam hidup

Unsplash.com/Thought Catalog
Unsplash.com/Thought Catalog

Terbiasa bersyukur memberi kekuatan pada seseorang untuk menyingkirkan berbagai ketakutan. Sadar akan sesuatu yang telah dicapai, kamu akan menjadi semakin berani. Sebaliknya, ketiadaan rasa syukur membuat kamu jadi seseorang yang mudah merasa gentar dalam menjalani hidup.

7. Selain berbahaya bagi mental, kurangnya rasa syukur turut menjadi ancaman bagi kesehatan fisik

Unsplash.com/Jake Noren
Unsplash.com/Jake Noren

Bukan cuma berdampak buruk bagi jiwa, ragamu pun bisa ikut terancam. Saat pesimisme akibat kurangnya rasa syukur sudah menguasai diri, maka kesehatan dapat menurun. Entah itu karena kurang tidur atau terlalu terbebani oleh pikiran-pikiran buruk, yang pasti kamu harus menyadari betapa pentingnya mulai membiasakan diri untuk bersyukur. 

Ada banyak hal baik yang bisa kamu lakukan selama hidup. Salah satu cara sederhana untuk membuat hidupmu terasa ringan adalah dengan memupuk rasa syukur. Nah, kalau kamu tidak ingin merasakan berbagai kerugian dalam hidup, jauhi sikap sambat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nurfi
EditorNurfi
Follow Us

Latest in Life

See More

Sit eiusmod minim voluptas assumenda commodi magni culpa sit harum

19 Jan 2026, 16:20 WIBLife