7 Kerugian yang Datang di Kehidupanmu Jika Selalu Sambat

Memupuk rasa syukur menjadi suatu kebiasaan bukanlah perihal sepele. Hadirnya sikap mensyukuri sesuatu membuat kamu sadar akan sederet hal yang telah kamu dapat dalam kehidupan. Serta apa-apa saja nikmat yang Tuhan beri selama ini. Nah, sejauh ini apakah kamu sudah membiasakan diri untuk bersyukur? Atau malah sebaliknya?
Hati-hati, minimnya rasa syukur akan memberi dampak buruk dalam hidup. Supaya kamu makin terdorong untuk melepas kebiasaan ini, pahami tujuh kerugian yang akan hadir di kehidupanmu kalau kamu selalu sambat.
1. Mindset akan selalu berpusat pada apa yang kurang, bukan pada sesuatu yang telah kamu raih sejauh ini

Selama kamu hidup, pasti sudah banyak sekali hal yang telah kamu raih. Di luar besar kecilnya, sudah sepatutnya kamu bersyukur. Kalau rasa syukur kerap luput dari dirimu, otomatis mindset akan selalu berpusat pada apa saja yang kurang. Padahal banyak hal di sekeliling yang dapat kamu syukuri dan tidak sepantasnya kamu abaikan.
2. Saat kamu terus-menerus merasa kurang, makin banyak waktu yang terbuang secara sia-sia

Dampak buruk dari kurangnya rasa syukur ialah banyak waktu yang terbuang sia-sia. Bukannya membiasakan diri bersyukur, kamu malah selalu memikirkan apa yang kurang. Setiap detik yang mestinya kamu habiskan untuk sesuatu yang berguna, justru terlewati begitu saja oleh karena kebiasaan buruk ini.
3. Banyak merasa tidak puas dalam berbagai hal, kebahagiaan akan sulit kamu rasakan

Ketika kamu banyak bersyukur baik atas pencapaian atau nikmat yang telah Tuhan beri, kebahagiaan akan senantiasa dirasakan. Akan tetapi, kamu akan merasa serba tak puas jika sikap syukur belum tertanam dalam diri. Akibatnya, kamu jadi kesulitan untuk merasakan secercah kebahagiaan.
4. Kurangnya rasa syukur akan serta merta membuat kualitas diri kian menurun

Seseorang pasti ingin kualitas dirinya meningkat dari waktu ke waktu. Namun sayang sekali, kualitas diri dapat kian menurun kala kamu kurang bersyukur. Kalau kamu tak mau berubah ke arah yang negatif, biasakanlah melakukan berbagai hal positif meskipun sederhana. Salah satunya adalah dengan membiasakan diri untuk bersyukur.
5. Ketidakpuasan yang terus berlanjut perlahan menjauhkanmu dari pintu kesuksesan

Manusia memang sebaiknya tak cepat berpuas diri. Ada banyak langkah yang dapat dilanjutkan seusai kamu melakukan satu pencapaian. Tapi lain cerita kalau semangat juang berubah jadi ketidakpuasan yang terus berlanjut. Yang ada, kamu malah tertekan dengan sendirinya. Bahkan bisa perlahan membuat pintu kesuksesanmu terhalang.
6. Jiwa terasa tak tenang lantaran terus merasakan berbagai ketakutan dalam hidup

Terbiasa bersyukur memberi kekuatan pada seseorang untuk menyingkirkan berbagai ketakutan. Sadar akan sesuatu yang telah dicapai, kamu akan menjadi semakin berani. Sebaliknya, ketiadaan rasa syukur membuat kamu jadi seseorang yang mudah merasa gentar dalam menjalani hidup.
7. Selain berbahaya bagi mental, kurangnya rasa syukur turut menjadi ancaman bagi kesehatan fisik

Bukan cuma berdampak buruk bagi jiwa, ragamu pun bisa ikut terancam. Saat pesimisme akibat kurangnya rasa syukur sudah menguasai diri, maka kesehatan dapat menurun. Entah itu karena kurang tidur atau terlalu terbebani oleh pikiran-pikiran buruk, yang pasti kamu harus menyadari betapa pentingnya mulai membiasakan diri untuk bersyukur.
Ada banyak hal baik yang bisa kamu lakukan selama hidup. Salah satu cara sederhana untuk membuat hidupmu terasa ringan adalah dengan memupuk rasa syukur. Nah, kalau kamu tidak ingin merasakan berbagai kerugian dalam hidup, jauhi sikap sambat, ya!


















