Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Etika Berdialog Ini Kerap Diabaikan, Bikin Gak Respek!

Pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi
Pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi

Gak semua orang pandai berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai kalangan dengan sifat yang berbeda-beda. Ini dia enam etika yang kerap diabaikan dalam berdialog, padahal semestinya kita praktikkan. Kalau kamu masih mengabaikannya, mulai sekarang dibiasakan untuk jadi pendengar yang baik yuk!

1. Menatap mata lawan bicara

Pexels.com/rawpixel
Pexels.com/rawpixel

Usahakan tatap mata lawan bicara, akan tetapi usahakan jangan dengan tatapan kosong apalagi tatapan tajam. Cukup dengan tatapan lembut sebagai bentuk perhatian atas pembicaraan antara kamu dengan lawan bicara, shingga lawan bicaramu juga akan simpati dan mendengarkan apa yang kamu sampaikan.

Kamu bisa mengontrolnya sendiri kok, yang penting sesuai situasi dan tak harus menatap secara terus menerus. Karena akan berbeda lagi misalnya kamu membicarakan sesuatu sambil berjalan bersama ke suatu tempat, maka kamu tidak harus menatap matanya.

2. Condongkan tubuh ke arah lawan bicara

Pexels.com/Bruno Millennial
Pexels.com/Bruno Millennial

Apabila kita sedang diajak bicara oleh orang lain apalagi yang lebih tua dari kita, sebisa mungkin hindari kesan cuek yang seakan gak serius mendengarkan dan memperhatikan apa yang diucapkannya.

Ini soal bagaimana kita harus bisa membiasakan bersikap sopan, bukan bagaimana orang itu akan tersinggung atau menganggap kita sebagai orang yang tidak sopan.

3. Menjadi pendengar yang baik

pexels.com/rawpixel
pexels.com/rawpixel

Seringkali ada seseorang lawan bicara yang mendominasi pembicaraan, bahkan kita hanya diberi sedikit kesempatan untuk menanggapi, tentunya apabila kita menjadi lawan bicaranya pasti akan merasa tidak enak.

Oleh karena itu kita pun jangan terlalu mendominasi pembicaraan, berilah lawan bicara untuk menyampaikan gagasannya juga. Lebih baik menjadi pendengar yang baik, daripada banyak bicara namun menyebalkan lawan bicara.

4. Mohon izin ketika ingin mengangkat telepon masuk

Pixabay.com/rawpixel
Pixabay.com/rawpixel

Jika telpon berdering dan kamu ingin mengangkatnya, mintalah izin terlebih dahulu pada lawan bicaramu. Ini menandakan kamu menghargai siapa yang menjadi lawan bicaramu.

Jangan sampai karena kamu menerima telpon, kamu jadi lupa apa yang menjadi fokus pembicaraan tadi. Agar tidak terjadi hal seperti itu, maka persingkat saja telponnya, katakan pada penelpon kalau kamu akan menghubunginya setelah urusan selesai misalnya.

5. Tidak memotong pembicaraan

Pixabay.com/jamesoladujoye
Pixabay.com/jamesoladujoye

Dengarkan hingga lawan bicara selesai berbicara, jangan tergesa-gesa menanggapinya. Terkadang orang terlalu cepat mengambil kesimpulan, padahal lawan bicara belum selesai menyampaikan semuanya. Ini tidak bisa dianggap remeh, karena bisa juga menimbulkan kesalahpahaman.

Supaya kamu bisa merespon apa yang disampaikannya, maka dengarkan terlebih dahulu pembicaraannya.

6. Bertanya atau sekadar mengomentari

Pixabay.com/rawpixel
Pixabay.com/rawpixel

Bertanya merupakan hal yang diperlukan untuk menghidupkan komunikasi, supaya terjalin pembicaraan secara dua arah. Beri kesan positif dengan sedikit mengomentari atau memuji lawan bicara agar dia senang, tapi jangan berlebihan ya.

Nah sekarang, apa kamu sudah siap menerapkan 6 tips di atas dalam bergaul?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Jihan Syehar
EditorJihan Syehar
Follow Us

Latest in Life

See More

Dolorem ut similique fugit amet provident ut perferendis suscipit m

01 Des 2025, 15:19 WIBLife