6 Etika Berdialog Ini Kerap Diabaikan, Bikin Gak Respek!

Gak semua orang pandai berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai kalangan dengan sifat yang berbeda-beda. Ini dia enam etika yang kerap diabaikan dalam berdialog, padahal semestinya kita praktikkan. Kalau kamu masih mengabaikannya, mulai sekarang dibiasakan untuk jadi pendengar yang baik yuk!
1. Menatap mata lawan bicara

Usahakan tatap mata lawan bicara, akan tetapi usahakan jangan dengan tatapan kosong apalagi tatapan tajam. Cukup dengan tatapan lembut sebagai bentuk perhatian atas pembicaraan antara kamu dengan lawan bicara, shingga lawan bicaramu juga akan simpati dan mendengarkan apa yang kamu sampaikan.
Kamu bisa mengontrolnya sendiri kok, yang penting sesuai situasi dan tak harus menatap secara terus menerus. Karena akan berbeda lagi misalnya kamu membicarakan sesuatu sambil berjalan bersama ke suatu tempat, maka kamu tidak harus menatap matanya.
2. Condongkan tubuh ke arah lawan bicara

Apabila kita sedang diajak bicara oleh orang lain apalagi yang lebih tua dari kita, sebisa mungkin hindari kesan cuek yang seakan gak serius mendengarkan dan memperhatikan apa yang diucapkannya.
Ini soal bagaimana kita harus bisa membiasakan bersikap sopan, bukan bagaimana orang itu akan tersinggung atau menganggap kita sebagai orang yang tidak sopan.
3. Menjadi pendengar yang baik

Seringkali ada seseorang lawan bicara yang mendominasi pembicaraan, bahkan kita hanya diberi sedikit kesempatan untuk menanggapi, tentunya apabila kita menjadi lawan bicaranya pasti akan merasa tidak enak.
Oleh karena itu kita pun jangan terlalu mendominasi pembicaraan, berilah lawan bicara untuk menyampaikan gagasannya juga. Lebih baik menjadi pendengar yang baik, daripada banyak bicara namun menyebalkan lawan bicara.
4. Mohon izin ketika ingin mengangkat telepon masuk

Jika telpon berdering dan kamu ingin mengangkatnya, mintalah izin terlebih dahulu pada lawan bicaramu. Ini menandakan kamu menghargai siapa yang menjadi lawan bicaramu.
Jangan sampai karena kamu menerima telpon, kamu jadi lupa apa yang menjadi fokus pembicaraan tadi. Agar tidak terjadi hal seperti itu, maka persingkat saja telponnya, katakan pada penelpon kalau kamu akan menghubunginya setelah urusan selesai misalnya.
5. Tidak memotong pembicaraan

Dengarkan hingga lawan bicara selesai berbicara, jangan tergesa-gesa menanggapinya. Terkadang orang terlalu cepat mengambil kesimpulan, padahal lawan bicara belum selesai menyampaikan semuanya. Ini tidak bisa dianggap remeh, karena bisa juga menimbulkan kesalahpahaman.
Supaya kamu bisa merespon apa yang disampaikannya, maka dengarkan terlebih dahulu pembicaraannya.
6. Bertanya atau sekadar mengomentari

Bertanya merupakan hal yang diperlukan untuk menghidupkan komunikasi, supaya terjalin pembicaraan secara dua arah. Beri kesan positif dengan sedikit mengomentari atau memuji lawan bicara agar dia senang, tapi jangan berlebihan ya.
Nah sekarang, apa kamu sudah siap menerapkan 6 tips di atas dalam bergaul?


















