حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
"Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk." (QS. Al-Baqarah : 238)
6 Amalan yang Ampuh Sehatkan Jiwa di Minggu Terakhir Puasa

Menjaga kesehatan jiwa sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Kesehatan jiwa mengambil bagian yang cukup penting pada keadaan fisik ataupun raga manusia. Jika jiwa kita sehat, maka motor penggerak hidup kita lebih terstruktur dan menuju hal-hal yang lebih berguna. Jiwa yang sehat juga mendorong kita menjalankan aktivitas hidup yang baik dan tepat guna sehingga raga pun turut terjaga kondisinya.
Banyak cara yang bisa dilakukan agar kesehatan jiwa tetap terjaga. Di antara banyaknya cara, ada enam amalan yang secara Islami ampuh untuk menyehatkan jiwa manusia. Agar lebaran nanti jiwa dan raga sehat terjaga, mari simak enam cara ampuh yang mampu sehatkan jiwa terlebih di minggu terakhir puasa ini.
1. Menjaga salat lima waktu

Salat lima waktu mampu menjadi penyeimbang akal, pikiran, dan perasaan manusia. Dengan melaksanakan salat, perasaan yang tertekan menjadi lebih nyaman. Salat lima mampu menjadi jalan untuk menguatkan dan memperoleh petunjuk atas segala problematika kehidupan.
2. Melaksanakan salat sunah

Jika salat lima waktu adalah makanan pokok untuk jiwa manusia, salat sunah adalah suplemen yang mampu menambah tenaga. Salat sunah dapat menambah kedekatan kita kepada Allah dan menguatkan sendi-sendi kejiwaan kita.
Sebagaimana Rasulullah bersabda dalam hadis
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
“Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah. Karena engkau tidaklah sujud pada Allah dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan akan menghapuskan satu kesalahan.” (HR. Muslim no. 488).
3. Langgengkan wirid dan zikir di pagi dan sore hari

Ibarat tanaman, jiwa kita ini seperti bunga yang sedang tumbuh di taman. Jiwa kita perlu dirawat dan disiram dengan melantunkan wirid dan zikir di waktu pagi dan sore hari. hal tersebut dilakukan agar kedamaian, ketajaman akal, ketetapan hati, kejernihan berpikir senantiasa hadir di setiap langkah kehidupan.
Sebagaimana bunyi ayat yang terdapat dalam Al-Qur'an
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. (QS. Al-Insan : 25)
4. Rutinlah membaca Al-Qur'an

Rasulullah bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim)
Membaca Al-Qur'an dapat membantu menyembuhkan segala penyakit yang bersarang di jiwa. Dengan mengamalkannya, kita akan terbebas dari rasa cemas, gelisah dan khawatir yang seringkali menghantui kehidupan dunia. Untuk merasakan manfaatnya, bacalah Al-Qur'an secara kontinu walaupun hanya beberapa ayat saja dalam sehari.
5. Sedekahkanlah sebagian rezeki yang kita miliki

Sebagian dari harta yang kita miliki adalah hak milik orang lain yang wajib kita sedekahkan. Harta dan tahta tidak akan abadi hingga akhir dunia nanti. Jumlah harta yang kita miliki tidak berbanding lurus dengan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan yang kita rasakan di muka bumi. Untuk melahirkan rasa bahagia dan tenang dengan harta yang dimiliki, berbagi dengan orang yang membutuhkan adalah salah satu cara ampuh yang harus dipraktekkan.
Sebagaimana bunyi ayat yang terdapat dalam Al-Qur'an
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18)
6. Memaafkan kesalahan orang lain

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
''.....dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..." (QS. An-Nur: 22)
Manusia tidak ada yang terlahir sempurna tanpa pernah melakukan kesalahan. Di antara kesalahan tersebut kadangkala menyimpan rasa sakit hati bagi orang lain tanpa disengaja. Tanpa disadari rasa sakit hati tersebut justru memunculkan bibit kebencian dan rasa dendam di dalam jiwa penderitanya. Agar jiwa menjadi bersih dan damai kembali berikanlah ruang untuk saling memaafkan.
Nah, itulah enam amalan yang wajib dilakukan agar kesehatan jiwa tidak hanya menjadi impian belaka. Mau kan sehat jiwa dan raga? Yuk praktekkan mulai sekarang.


















