Ramadanmu Terasa Semakin Berbeda? Mungkin 5 Hal Inilah Sebabnya

Akhir-akhir ini saat membuka media sosial, kamu mungkin banyak mendapati komentar netizen yang mengungkapkan bahwa suasana Ramadan sekarang terasa banyak berubah, tak seperti Ramadan terdahulu. Banyak momen yang tak lagi sama sehingga membuat mereka membandingkan antara bulan-bulan puasa terdahulu dan saat ini.
Apakah kamu termasuk yang mengalaminya? Mungkin hal-hal berikut ini adalah beberapa alasan bulan Ramadanmu terasa semakin berbeda.
1. Hilangnya satu persatu orang-orang yang kamu cintai

Ramadan memang terasa jauh lebih bermakna ketika kita jalani dengan orang-orang yang kita kasihi, seperti berbuka dan sahur bersama, juga salat tarawih berjamaah. Namun, seiring berjalannya waktu, kamu harus bisa menerima keadaan bahwa ternyata satu-persatu orang-orang terdekatmu pergi.
Jika di saat kecil dulu kamu menjalani ibadah puasa Ramadan lengkap dengan seluruh anggota keluarga, saat ini mungkin nenek, kakek, saudara, teman, atau bahkan orang tua ada yang telah berpulang. Hal ini tentu membuat suasana Ramadan gak sama seperti dulu.
2. Suasana masa kecil yang tidak akan kembali lagi

Di bulan Ramadan, anak-anak umumnya hanya mengerti euforia dan suka cita yang hadir di bulan suci ini, tanpa memahami makna apa yang terkandung di dalamnya. Mereka seringkali mengidentikkan Ramadan dengan petasan, tadarus bersama di TPQ, ikut beramai-ramai membangunkan orang sahur dan hal-hal menyenangkan lainnya.
Bagi kamu yang telah dewasa, Ramadan tentu sudah tak sesederhana itu. Beban pikiranmu kian bertambah seiring bertambahnya usia, sekaligus kamu harus tetap khusyuk dalam menjalankan ibadah. Hingga tak jarang, kamu merasa bahwa suasana bulan sucimu tak semeriah dulu.
3. Acara televisi yang kental dengan nuansa Ramadan kian berkurang

Bukan rahasia lagi jika tayangan televisi di era 2000-an seringkali dirindukan. Acara yang beragam dengan konten-konten yang menarik, membuat siapa saja yang sempat merasakan era tersebut menjadi bernostalgia dan merindukan tayangan-tayangan yang berkualitas seperti dahulu.
Saat Ramadan, tayangan televisi di masa silam memang sangat kental dengan nuansa bulan puasa. Mulai dari acara sahur, kuis Ramadan, sinetron religi, tabligh akbar, kultum menjelang berbuka, dan masih banyak lagi. Belum lagi, para musisi berlomba-lomba menelurkan lagu Islami terbaik mereka dan kerap diputar di stasiun televisi maupun radio, yang kian menambah semarak sepanjang Ramadan.
4. Menjadi anak rantau

Dengan bertambahnya usia seseorang, pasti banyak langkah-langkah besar yang diambil yang akhirnya mengantarmu pada suatu perubahan, misalnya merantau. Meninggalkan kampung halaman kerap menjadi keputusan yang diambil olehmu yang sedang memperjuangkan mimpi.
Saat suasana Ramadan, pasti akan banyak hal yang berbeda dalam hari-harimu. Kehilangan momen beribadah bersama orang tua dan keluarga mungkin adalah yang paling kamu rasakan. Jika di rumah ada ibu atau ayah yang membangunkanmu sahur, maka di rantau kamu harus berusaha untuk bangun sendiri. Atau di saat berbuka puasa biasanya berbagai macam hidangan telah disediakan ibumu di meja makan, maka kamu harus membeli atau masak sendiri saat merantau.
5. Sahabat yang semakin sedikit

Apa momen Ramadan yang tak terlupakan antara kamu dan para sahabatmu saat dulu kala? Menjahili orang-orang yang pulang tarawih dengan petasan, beramai-ramai membangunkan warga untuk sahur, sepak bola menjelang berbuka, atau berjalan-jalan selepas salat Subuh sambil mencuri-curi pandang kepada lawan jenis? Setiap orang pasti memiliki kenangannya tersendiri.
Tetapi kini, para sahabatmu -termasuk kamu sendiri- telah larut dalam kesibukan masing-masing. Tanggung jawab akan pekerjaan maupun pendidikan menjadikan momen-momen masa kecil di saat Ramadan hampir tak mungkin terulang. Akhirnya, kamu merasa bahwa ada bagian yang hilang dari suasana bulan puasamu, yakni para sahabat yang telah menemanimu mengukir begitu banyak memori indah di masa lalu.
Perubahan memang suatu hal yang mutlak terjadi, sebab satu-satunya hal yang tak akan berubah dari kehidupan adalah adanya perubahan itu sendiri. Begitu pula dengan Ramadan yang kamu jalani, pasti akan mengalami banyak perubahan seiring berjalannya waktu. Jadi, alangkah bijaknya jika perubahan yang terjadi saat Ramadan adalah perubahan ke arah yang lebih baik.


















