Kamu Sah Jadi Majikan yang Baik, Kalau Sudah Melakukan 9 Hal Ini Pada ART-mu!

Asisten rumah tangga—seringkali disebut pembantu—memang dibayar untuk mengerjakan tugas rumah tangga, seperti memasak, mencuci, menyetrika, menyapu, dan lainnya. Meski tugasnya demikian, tak boleh serta-merta dianggap rendahan.
Acapkali karena hal itu majikan sering tak menghargai dan cenderung semena-mena dengan pembantu. Bila kamu punya pembantu, apakah kamu sudah memperlakukannya dengan baik? Cocokkan dengan beberapa poin ini kalau kamu benar majikan yang baik.
1. Kamu menanyakan kondisi keluarganya.

Menanyakan kondisi keluarga itu penting sebab kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi keluarga mereka di kampung. Hal itu bisa mendekatkan majikan dengan pembantu sehingga tidak terbangun gap atau jurang.
2. Sesekali tanya apakah dia sedang sehat atau gak.

Barangkali pembantumu sakit, tapi tak berani bilang. Sebagai majikan yang baik kamu harus memperhatikan betul kondisinya. Jangan-jangan mereka sedang butuh istirahat barang sehari untuk memulihkan kondisi.
3. "Ada yang perlu dibantu?" Pertanyaan itu dilontarkan pas kamu lagi libur.

Tak ada salahnya bekerja bersama pembantu saat kamu sedang lowong. Toh itu juga rumahmu sendiri. Jadi apa salahnya bekerja membersihkan rumah sendiri. Ya kan?
4. Biarkan si pembantu curhat soal masalah percintaannya kalau dia masih muda. Anggap aja kayak temen.

Barangkali pembantumu murung karena tak memiliki teman berbagi cerita. Atau ada sesuatu yang ingin di-share tapi gak tahu harus dengan siapa. Tawari pembantumu untuk berbagi cerita denganmu. Menjadi telinga bagi “kerabat” sendiri akan membuka jendela pikiranmu.
5. Sesekali ajak dia keluar makan, jangan terus-terusan kerja.

Dia butuh hiburan. Ajaklah sesekali makan denganmu di luar. Barangkali ia rindu makan bersama teman atau keluarga.
6. Makan bareng sesekali di meja makan, berlaku sebagai orang yang egaliter.

Jurang juga bisa tercipta dari hal-hal kecil, layaknya memisahkan makanan. Sesekali, tak apa makan bersama dia di meja yang sama. Biarkan dia merasa dihargai sebagai manusia dengan kedudukan yang sejatinya sama.
7. Ceritakan kepadanya soal kehidupan bekerja atau kuliahmu.

Tak apa, sesekali berbagilah cerita dengan dia. Dengan begitu, dia akan merasa berperan sebagai teman, bukan sekadar pembantu. Itu juga bisa mendekatkan hubunganmu dengannya. Tak melulu kaku, layaknya bos dengan bawahan.
8. Mengenalkan sahabat-sahabatmu dengan dia.

Dia akan merasa senang tentu kalau bisa mengenal sahabat-sahabatmu karena di dalam rumah itu, dia betul dianggap sebagai bagian dari keluarga. Bukan hanya pesuruh yang dipanggil kalau ada perlu.
9. Memasakkan masakan spesial buatnya sesekali.

Cobalah sesekali membuatkan dia masakan spesial. Mungkin di hari istimewa, seperti hari ulang tahun atau hari-hari tertentu. Dengan begitu dia akan tambah semangat bekerja.
Nah, menganggap orang lain sama dengan kita itu bukan sesuatu yang salah dan sulit kok.


















