Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Mengajak anak menonton film di bioskop bisa jadi alternatif pilihan hiburan yang tepat dilakukan. Hitung-hitung juga sekalian mengganti suasana saat mengisi waktu kosong di akhir pekan. Namun, pada kenyataannya ada beberapa hal yang harus diperhatikan juga sebelum mengajak anak menonton di bioskop.

Sering kali hal-hal tersebut tidak diketahui dan diabaikan oleh orang tua, padahal penting untuk diterapkan. Untuk para orang tua yang anaknya masih di bawah umur, sebaiknya perhatikan dulu hal-hal di bawah ini sebelum mengajak anak kalian nonton di bioskop.

1. Pastikan apakah anakmu sudah cukup usia untuk menonton film di bioskop.

Umumnya, anak-anak berusia dua atau tiga tahun sudah cukup layak untuk nonton di bioskop. Namun, belum tentu berlaku untuk semua anak. Terkadang, masih ada anak-anak yang sensitif dengan volume suara yang kencang atau masih sangat takut berada di ruangan gelap.

Jadi sebaiknya pastikan dulu jika sang anak sudah siap diajak ke bioskop. Tak hanya supaya acara menonton film bersama jadi lebih menyenangkan, tapi juga supaya sang anak bisa lebih maksimal menikmati pengalamannya nonton di bioskop.

2. Tentukan film yang tepat untuk ditonton sang anak.

Sistem pemberian rating di tiap film ditujukan untuk menginformasikan terkait golongan usia penonton yang diperbolehkan untuk menyaksikan suatu film, lantaran cerita atau adegan di dalamnya dirasa kurang layak ditonton anak-anak. Sayangnya hal ini sering diabaikan oleh banyak penonton, termasuk para orang tua.

Padahal tidak semua film yang kita kira cocok untuk anak-anak sesungguhnya layak ditonton mereka. Film-film action atau instalasi superhero misalnya. Film-film semacam itu seringkali memiliki rating yang hanya dikhususkan untuk orang dewasa. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tentu orang tua sudah harus mengantisipasinya dari awal, salah satunya dengan mencari tahu rating film yang akan ditonton.

3. Masuk ke dalam bioskop hanya pada saat film dimulai.

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Biasanya sesaat sebelum sebuah film akan dimulai, beberapa iklan film lain ditayangkan. Tak jarang iklan-iklan tersebut mempromosikan film-film yang bukan untuk ditonton anak-anak, sehingga tidak menutup kemungkinan jika akan ada beberapa adegan tidak layak tonton yang ditayangkan. Di samping itu, anak-anak juga umumnya masih belum bisa memproses alur cerita film secara baik dan sulit membedakan antara iklan dengan film yang ditayangkan. Hal ini juga yang harus dihindari oleh orang tua sebelum akan menonton film.

4. Pilih tempat duduk yang strategis.

Bukan hal yang aneh lagi jika anak-anak sering tidak betah berlama-lama di bioskop. Untuk menanggulanginya, pilih lah tempat duduk yang memungkinkan anak-anak bergerak leluasa tanpa mengganggu penonton lain. Salah satu cara yang tepat adalah dengan menempatkan anak di bagian yang terdekat dengan dinding, sehingga orang tua dapat lebih mudah mengawasi anaknya.

5. Selalu interaktif dengan sang anak selama menonton film.

Ketika film tengah berlangsung para orang tua juga sebaiknya jangan asyik sendiri menikmati film dan tidak menghiraukan sang anak. Alangkah baiknya juga para orang tua memanfaatkan momen menonton bersama untuk mendidik anak. Caranya dengan mengajak ngobrol dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan film. Dengan begitu, anak juga akan berlatih untuk bisa fokus dan menikmati film yang ia saksikan.

6. Siapkan cemilan yang banyak.

Menonton film tanpa ditemani cemilan dan minuman tentu akan terasa kurang nikmat, apalagi ketika anak juga diajak menonton. Jadi, orang tua juga sebaiknya menyempatkan membeli berondong jagung beserta minuman ringan untuk dinikmati selama film diputar. Tidak hanya supaya anak senang, namun juga sekaligus mengurangi kebosanan sang anak selama menonton film.

7. Jangan paksa anak untuk menonton film sampai habis.

Ketika rasa bosan sang anak sudah tidak terbendung, maka sudah saatnya orang tua menemani sang anak keluar dari bioskop. Di usia anak yang belum dewasa, tentu sepatutnya para orang tua memaklumi jika sang anak cepat merasa bosan dan tidak betah berlama-lama di suatu tempat, termasuk di dalam bioskop. Yang pasti tidak cuma penonton, orang tua juga tentu tidak sanggup mendengar jeritan atau tangisan anak yang ingin segera keluar dari bioskop. Alih-alih menyuruh anak untuk menunggu hingga filmnya beres, orang tua sebaiknya mengerti dengan keadaan anak dan tidak memaksakan.

Mengajak anak menonton di bioskop tentu akan menjadi pengalaman menyenangkan dan berkesan bagi sang anak. Apalagi ketika hal-hal tersebut juga turut diperhatikan oleh orang tua, menonton film bisa jadi tidak hanya sekedar rekreasi tapi juga untuk mendidik anak.

Editorial Team