5 Cara Orangtua untuk Membantu Anak Saat Mereka Mengalami Kegagalan

Sebagai orang yang tumbuh dewasa, kita tahu bahwa kita tidak bisa menghindari kegagalan atau penolakan. Besar atau kecil, kegagalan pasti akan menghampiri, dan kita hanya perlu menerimanya.
Tapi coba katakan hal tersebut pada anak kita yang baru saja gagal dalam audisi, seleksi tim olahraga, atau tidak diterima di kampus impian mereka. Hancur, berkecil hati, dan sedih adalah hal yang mereka rasakan. Namun, kita bisa menolong mereka dan mengajari cara mengatasi kegagalan tanpa perlu merasa gelisah.
1. Bantu anak meredakan kegelisahan mereka

Membantu anak menghilangkan emosi negatif adalah hal pertama yang bisa kita lakukan. Banyak pakar psikologi anak menyarankan nasihat positif sebagai cara efektif untuk menenangkan kegelisahan anak.
Minta anak kita untuk menarik napas panjang, menahan sebentar, dan melepaskannya sampai mereka tenang. Selain itu, jangan sampai kita bertindak berlebihan, besarkan hati anak karena sudah melakukan yang terbaik sebisa mungkin.
2. Bantu anak menganalisa situasi

Setelah anak tenang, maka saatnya untuk membahas apa yang terjadi. Pertama, dorong anak agar tidak menjadikan kegagalan sebagai masalah pribadi. Menjadi rasional akan membantu mereka memahami akar masalahnya, dan menghindarkan mereka dari perasaan negatif.
3. Tunjukkan pada anak contoh kegagalan yang pernah kita alami

Kegagalan adalah hal normal dan tidak terduga, dan kelak kita bisa membantu anak menyadari ini dengan lebih baik. Kita bisa menunjukkan pada anak bagaimana orang di TV bisa mengalami penolakan di sebuah acara pencarian bakat, dan bagaimana orang itu bisa menerima penolakan dengan tenang.
Ceritakan sebuah contoh dari hidup kita saat mengalami kegagalan. Meski hal ini akan sedikit membuat kita malu, tapi akan sangat membantu anak.
4. Tunjukkan pada anak alternatif lain

Kadang kegagalan membantu kita mencoba hal berbeda yang jauh lebih menarik dibanding hal yang gagal kita peroleh. Saat kita kesal, kita tidak bisa melihat sisi baiknya dan memikirkan pilihan yang lebih baik. Tunjukkan pilihan lain pada anak dan bahas sisi baiknya bersama-sama.
5. Bantu anak menemukan cara mengatasi kegagalan

Bantu anak yang kecewa melihat diri mereka sebagai orang yang bisa mengatasi kesulitan dengan usahanya sendiri. Mungkin saja anak akan bisa memikirkan solusi yang lebih baik dibanding yang kita tawarkan, dan mereka bisa menjadi orang yang mandiri.
Kegagalan apa yang pernah kamu alami saat masih anak-anak? Bagaimana cara orangtua mendukung agar bisa melalui momen sulit itu?













