SD di Inggris Ini Berani Meniadakan PR Biar Siswa Punya Waktu Membaca

Pekerjaan rumah biasanya adalah sebuah kewajiban yang harus dikerjakan oleh seorang siswa. Bahkan, tidak jarang hukuman akan diberikan oleh guru kepada murid yang tidak mengumpulkan pekerjaan rumahnya tepat waktu. Namun, sebuah sekolah di Inggris ini dengan berani membuat keputusan yang sepertinya akan membuat pelajar-pelajar di Indonesia iri.
Sebuah sekolah dasar meniadakan pekerjaan rumah untuk siswanya.

Dikutip dari The Telegraph, Sekolah Dasar Inverlochy Primary School di Fort Wiliam, Inggris, ini memutuskan untuk menghapuskan kewajiban terhadap siswanya untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Keputusan tersebut diambil menyusul hasil survei yang melibatkan para siswa dan orangtua mereka. Ada 193 murid di sekolah dasar tersebut dan hampir 80 persen dari mereka menyatakan setuju penghapusan pekerjaan rumah. Sementara 62 persen orangtua siswa juga mendukung keputusan tersebut. Sedangkan 10 persen guru masih memiliki perbedaan pendapat.
Tanpa pekerjaan rumah, anak-anak punya banyak waktu untuk membaca buku dan bermain.

Salah satu hal yang dikeluhkan oleh para orangtua saat masih ada pekerjaan rumah adalah waktu beraktivitas anak-anak mereka jadi terbatas. Mereka mengaku bahwa anak-anak mereka memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tidak kalah penting dari pekerjaan rumah.
Kegiatan tersebut bisa memakan waktu berjam-jam usai sekolah dan mereka baru bisa mengerjaan pekerjaan rumah saat seharusnya sudah beristirahat. Beberapa orangtua juga mengaku lebih memilih anak-anak mereka aktif membaca buku maupun komik daripada disibukkan dengan pekerjaan rumah yang ternyata malah membebani.
Sebelumnya, sebuah sekolah menengah pertama di Inggris juga memutuskan hal serupa.

Philip Morant School di Colchester mengambil langkah tak biasa ketika menyadari guru-guru disana merasa sangat terbebani oleh banyaknya pekerjaan rumah yang harus dikoreksi. Jumlah siswa di sekolah tersebut ada 1.650 orang dan banyak guru mengalami stres karena beban pekerjaan mereka. Oleh karena itu, sekolah meniadakan pekerjaan rumah -- sesuatu yang disambut gembira oleh para siswa -- agar para guru punya cukup waktu menyusun materi pelajaran yang lebih berguna dan relevan dengan perkembangan zaman. Di rumah, orangtua diberikan kekuasaan untuk mengatur jam belajar anak-anak mereka dengan metode-metode yang dianggap menyenangkan.













