Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Kebanyakan mahasiswa dari jurusan Bahasa Inggris dianggap bicara bahasa Inggris, cas cis cus tanpa mikir dan lain sebagainya. Tapi ternyata gak juga lho! Begini nasib yang dialami sama kebanyakan mahasiswa dari jurusan bahasa Inggris.

1. Takut ngomong pakai bahasa Inggris juga, apalagi sama dosen.

Karena takut dikoreksi grammar atau pronunciationnya, mahasiswa jurusan Inggris lebih memilih bicara sama dosen pakai bahasa Indonesia. Selain itu, mereka juga sering menghindari ketemu dosen karena takut ditanya-tanya pakai bahasa Inggris.

2. Merasa minder waktu presentasi.

Presentasi di kelas itu seperti momok karena harus pakai ngomong pakai Bahasa Inggris sepanjang waktu. Lebih takut lagi karena teman-teman di kelas juga jadi penonton yang gak hanya diam waktu dengerin kita salah ngomong.

3. Rasanya aneh kalau cerita pakai bahasa Inggris terus menerus.

Yang biasanya cerita pakai bahasa daerah, sekarang tiba-tiba harus pakai bahasa Inggris. Jadinya aneh dan garing deh. Ya gak?

4. Selalu cek grammar waktu mau update status.

Maklum, kan punya reputasi sebagai anak dari jurusan bahasa Inggris. Gak lucu juga bukan kalau grammar-nya amburadul? Parahnya lagi kalau sampai dikomen sama dosen. #tepokjidat

5. Suka gatel mau mengoreksi teman kalau ada yang salah kata.

Setiap kali kumpul dan ada teman bicara dalam bahasa Inggris yang salah, rasanya ingin langsung membenarkan.

6. Banyak yang minta tolong.

Sebagai orang yang dipercaya mampu, gak heran banyak yang minta tolong sama kamu. Entah itu untuk bantu di-translate ataupun bantu baca.

7. Merasa capek setelah ngomong bahasa Inggris seharian.

Setelah seharian cas cis cus, capek rasanya untuk ngomong bahasa Inggris. Bukan cuma mulut saja yang capek, otak juga karena harus mikir terus grammar-nya betul atau tidak.

Itulah nasib yang cuma dialami sama mahasiswa jurusan bahasa Inggris. Namun apapun yang dirasakan, pasti pada akhirnya merasa amazing bukan karena lidah bisa menyatu dengan bahasa Inggris?

Editorial Team