Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dear Penulis, Lakukan 8 Hal Ini Saat Tulisanmu Gak Kunjung Diterbitkan

pexels.com/bruce mars
pexels.com/bruce mars

Salah satu goal terbesar orang yang hobi menulis tentu saja bila hasil karyanya bisa diterbitkan di media cetak ataupun media online. Selain bangga, penulis juga pasti akan merasa senang karena tulisannya bisa bermanfaat dan dibaca lebih banyak orang melalui platform yang terpercaya. Terlebih akan ada honorarium atau komisi yang ia terima saat tulisannya diterbitkan.

Namun, gak jarang pula penulis yang akhirnya baper dan menjadi gak percaya diri karena puluhan tulisan yang ia kirim rupanya gak kunjung diterbitkan oleh penerbit atau media yang diincar. Jika kamu ada di posisi tersebut, stop bersedih, ya! Alih-alih kecewa, lebih baik kamu lakukan 8 hal ini, deh. Mudah-mudahan akan membuatmu merasa lebih baik dan bersemangat untuk menulis lagi.

1. Tanamkan mindset bahwa menulis adalah sebuah kebutuhan

pixabay.com/StartupStockPhotos
pixabay.com/StartupStockPhotos

Dengan memiliki mindset tersebut, kamu akan merasa ada yang kurang jika sehari saja belum menulis. Hal itu akan memacu keinginanmu untuk selalu menuangkan ide dalam bentuk rangkaian kalimat karena kamu merasa membutuhkannya. Sejatinya menulis juga untuk proses stress healing pada dirimu, kan? Meski belum terwujud untuk diterbitkan, setidaknya kamu sudah memperoleh manfaat dari proses tersebut.

2. Cek kembali topik yang kamu angkat di tulisanmu

Group 7844 (1).png
Default Image IDN

Penting bagimu untuk mengecek kembali tema atau topik yang kamu pilih sebagai bahan tulisanmu. Mungkin saja topik yang kamu angkat sudah pernah digunakan penulis lain sehingga tulisanmu akhirnya dikesampingkan dulu oleh penerbit atau media yang kamu incar. Selain itu, bisa jadi topik yang kamu bahas sudah kedaluwarsa, artinya tulisanmu sudah gak up to date lagi.

3. Cek ulang keakuratan data dan informasi yang tersaji

unsplash.com/J. Kelly Brito
unsplash.com/J. Kelly Brito

Nah, kamu juga perlu nih mengkaji ulang data atau informasi yang kamu tuang di tulisan kamu. Apakah sudah akurat atau belum? Pastikan semua informasi yang kamu berikan adalah data yang diperoleh dari sumber yang terpercaya. Penerbit atau media online bisa menilai lho jika data yang kamu sajikan ternyata kurang akurat.

4. Jangan ragu untuk menulis ulang dengan angle yang berbeda

unsplash.com/rawpixel
unsplash.com/rawpixel

Kalau ternyata kamu merasa topik yang kamu angkat masih terbilang topik yang fresh dan data yang tersaji juga merupakan data yang bisa dipercaya kebenarannya, maka gak ada ruginya bila kamu mencoba menulis ulang tulisanmu dengan angle yang berbeda. Kamu bisa sedikit merombak rangkaian kalimat yang digunakan sehingga lebih menarik dibaca. Memang, hal ini cukup membutuhkan waktu. Tapi jika kamu gak mencobanya, gak akan tahu hasilnya, kan?

5. Carilah orang yang bisa mereviu dan memberi masukan untuk tulisanmu

pixabay.com/StartupStockPhotos
pixabay.com/StartupStockPhotos

Ini salah satu poin penting untuk mengetahui seberapa baik kualitas tulisanmu. Kamu bisa minta bantuan pasangan, kawan dekat, atau teman yang hobi literasi untuk membaca tulisanmu lebih dulu sebelum dikirimkan ke penerbit atau media online. Kalau memungkinkan, jangan cuma satu orang saja, tapi pilihlah beberapa. Dengan begitu, kamu bakal dapat penilaian, saran bahkan kritik yang membangun dari mereka untuk meningkatkan kualitas tulisan kamu.

6. Kirimkan ke penerbit atau media lain

unsplash.com/John Schnobrich
unsplash.com/John Schnobrich

Jika ternyata penerbit atau media online yang kamu incar tetap tak kunjung meloloskan tulisan kamu, jangan patah semangat! Masih banyak penerbit dan media online lain yang bisa kamu pilih untuk mengirimkan tulisan kamu. Cobalah untuk mengirimkan karya kamu tersebut ke penerbit atau media lain. Siapa tahu mereka sedang butuh tulisan dengan topik yang kamu buat, sehingga mereka bisa langsung menerbitkan karya tulismu!

7. Banyak belajar dari membaca karya penulis lain yang sesuai dengan jenis tulisan yang kamu tulis

unsplash.com/Ali Yahya
unsplash.com/Ali Yahya

Menulis tanpa sering membaca adalah hal yang mustahil. Untuk itu, jangan pernah merasa malu, gengsi, ataupun malas untuk belajar dari karya penulis lain yang tulisannya satu genre dengan tulisan kamu. Dengan rajin membaca karya mereka, kamu bisa paham alasan kenapa penerbit atau media online mau meloloskan karya mereka. Kamu bisa "mencontek" cara mereka menuangkan ide tulisan dan cara mereka merangkai kata. Tips ini bisa membuatmu lebih mahir dalam mengolah ide dan kalimat untuk membuat karya tulis baru.

8. Tetap menulis setiap hari untuk semakin mengasah keterampilanmu

unsplash.com/fotografierende
unsplash.com/fotografierende

Masih berhubungan dengan poin nomor satu, kamu gak boleh berhenti menulis hanya karena tulisan kamu gak kunjung diterbitkan oleh penerbit atau media online impian. Justru hal tersebut seharusnya menjadi pemantik semangatmu untuk terus menulis setiap hari, setiap waktu, dan setiap ada kesempatan, agar keterampilanmu makin terasah. Lolos terbit ataupun tidak, menulis merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat untuk diri kamu pribadi.

Percayalah, ketika penerbit atau media online yang kamu incar belum juga menerbitkan tulisan kamu, bukan berarti tulisanmu buruk atau gak bernilai. Mereka hanya belum "melihat" karya tulis indahmu itu. Tetaplah berkarya dan jangan lelah mengirimkan tulisan-tulisan terbaikmu. Suatu hari nanti, karya tulismu pasti akan segera diterbitkan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Intan Deviana
EditorIntan Deviana
Follow Us

Latest in Life

See More

Sit eiusmod minim voluptas assumenda commodi magni culpa sit harum

19 Jan 2026, 16:20 WIBLife