Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tidak Profesional, 6 Kebiasaan Ini Bikin Kamu Dibenci Rekan Kerja

Unsplash.com/Sebastian Herrmann
Unsplash.com/Sebastian Herrmann

Hubungan yang harmonis antar sesama karyawan merupakan hal yang sangat penting dalam lingkungan kerja. Bukan tanpa alasan, dalam bekerja pastinya akan banyak dibutuhkan kerja sama antar karyawan bahkan divisi. Dan karenanya, ketidakprofesionalan dapat membuat suasana kerja tidak kondusif dan tim menjadi kurang solid.

Namun, pernahkah kamu berpikir jika sumber masalah di tempat kerjamu sebenarnya adalah dirimu sendiri?Sebab, sering kali tanpa sadar orang-orang memiliki kebiasaan buruk yang membuat karyawan lain merasa tidak nyaman dan terkesan tidak profesional.

Berikut beberapa kebiasaan buruk yang membuat kamu tidak disukai rekan kerja yang lain.

1. Terlalu banyak mengeluh

Unsplash.com/Sebastian Herrmann
Unsplash.com/Sebastian Herrmann

Sebenarnya mengeluh tentang bos, rekan kerja, sistem kerja, atau tugas yang menumpuk adalah hal yang wajar. Akan tetapi, mengeluh sepanjang hari hanya akan membuat kamu tampak tidak profesional.

Selain itu, bukan tidak mungkin suasana hati dan energi negatif yang kamu rasakan dapat menular pada orang-orang di sekitarmu. Maka, tak mengherankan apabila kemudian rekan-rekan kerjamu enggan dekat-dekat dan bekerja sama denganmu.

2. Selalu datang terlambat tiap kali diundang rapat

Unsplash.com/Antenna
Unsplash.com/Antenna

Selalu datang terlambat dalam sebuah rapat menunjukkan bahwa kamu tidak menghargai rekan kerja yang mengundangmu dalam rapat dan mereka yang sudah berusaha datang tepat waktu. Selain itu, membuat orang lain menunggu bisa ditafsirkan sebagai sikap tidak pengertian, kasar, sombong, serta tidak menghargai orang lain.

3. Memotong pembicaraan karyawan lain saat sedang diskusi

Unsplash.com/Antenna
Unsplash.com/Antenna

Suka memotong pembicaraan saat sedang berdiskusi adalah hal yang tidak sopan dan mengganggu. Ketika kamu memotong pembicaraan rekan kerjamu, hal tersebut menunjukkan bahwa kamu tidak memiliki rasa hormat, menghargai, atau kesabaran.

Memang benar, menjadi karyawan yang aktif menyuarakan aspirasi dapat memberikan kamu kesan positif di mata atasan dan rekan kerja yang lain. Akan tetapi, jika kamu menyampaikannya dengan cara memotong pembicaraan karyawan lain, ini menunjukkan bahwa kamu egois dan tidak peduli akan aspirasi yang disampaikan karyawan lain.

4. Terlalu berisik

Unsplash.com/Helena Lopes
Unsplash.com/Helena Lopes

Memutar musik dan mengobrol dengan keras di jam kerja, terlebih saat rekan-rekanmu sedang sibuk dengan pekerjaannya dapat membuat mereka merasa jengkel padamu. Bukan tanpa alasan, suara-suara yang bising memiliki efek signifikan pada fokus dan produktivitas rekan kerjamu. Untuk itu, pastikan kamu memelankan suaramu dan menggunakan headset jika ingin mendengarkan musik untuk menghargai teman-temanmu.

5. Masa bodoh soal kebersihan dan penampilan

Unsplash/Tim Van Der Kuip
Unsplash/Tim Van Der Kuip

Tidak menjaga kebersihan dan penampilan membuat kamu tampak tidak serius dalam bekerja. Selain itu, beberapa perilaku jorok, seperti suka bersendawa, kentut, membersihkan gigi, bahkan jarang mandi benar-benar membuat rekan kerja yang lain merasa jijik dan enggan mendekatimu.

Ditambah, perilaku seperti ini membuat atasan makin ragu-ragu untuk memberikan kamu promosi atau kesempatan bertemu dengan klien yang penting, kendati sebenarnya hasil kerjamu termasuk bagus.

6. Melakukan kegiatan lain saat sedang rapat

Finerminds.com
Finerminds.com

Mengirim pesan, menjelajahi internet, selfie, bahkan membuat Instagram story saat rapat menunjukkan bahwa kamu tidak memperhatikan diskusi yang sedang berjalan. Sebab, melakukan beberapa kegiatan sekaligus membuat kamu tidak bisa berkonsentrasi penuh pada rapat yang sedang berlangsung. Sehingga, anggota rapat akan langsung tahu bahwa kendati fisikmu ada di dalam ruangan, tapi pikiranmu melayang ke mana-mana dan hal seperti ini sangatlah menyebalkan dan tidak profesional.

Demikian beberapa kebiasaan yang membuat rekan kerja sebal dan enggan mendekatimu. Coba ingat-ingat lagi apakah kamu memiliki kebiasaan di atas? Kalau iya, yuk segera ubah dan perbaiki kebiasaan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Tania Stephanie
EditorTania Stephanie
Follow Us

Latest in Life

See More

Sit eiusmod minim voluptas assumenda commodi magni culpa sit harum

19 Jan 2026, 16:20 WIBLife