Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cuitan dari Keluarga di Aleppo yang Setiap Hari Bertanya, "Inikah Hari Terakhir Kami?"

Cuitan dari Keluarga di Aleppo yang Setiap Hari Bertanya, "Inikah Hari Terakhir Kami?"
Share Article

Aleppo, Suriah dikenal sebagai salah satu lokasi para militan yang berperang dengan pemerintah. Lucunya, kami yang setiap hari harus ketakutan ketika bom-bom udara berjatuhan di atap rumah. Kami yang harus berlari mencoba untuk selamat saat tidak pernah ada dari kami meminta perang ini dimulai. Kami yang wajib menangisi nyawa anggota keluarga dan teman-teman meninggal akibat serangan demi serangan.

Kesempatan untuk berkicau melalui sosial media Twitter ini aku pakai agar orang-orang sadar, kami ketakutan. Bom demi bom berjatuhan, tidak kenal waktu.

Kenapa harus kami yang menjadi korban? Mengapa harus kami yang berlari untuk menyelamatkan diri dari bom?

Teror tidak kenal waktu.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20161129/twitter2-b8520e475c01557bad4a54a6f7430c8d.jpg

Setiap hari kami harus bersembunyi. Rumah adalah satu-satunya yang kami andalkan, tapi tetap saja jadi sasaran bom. Kalau selamat, setiap pagi kami harus melihat puing-puing rumah tetangga dan saudara kami luluh lantak begitu saja. Debu setiap hari kami hirup karena serangan demi serangan terus mereka lakukan.

Bertahan hidup.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20161129/twitter4-da3d0efbbbc6dcf04466ca1276f07e22.jpg

Siapapun, semua saudara dan teman-teman kami sudah menjadi korban. Tangisan demi tangisan terus keluar dari mata kami. Kami menangisi mereka yang telah pergi. Namun, berapa banyak pun korban yang telah jatuh, mereka tidak berhenti menurunkan bom. Serangan semakin keras, ledakan semakin besar, korban semakin ramai. Kami takut.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20161129/twitter3-6199f72906726aa09bc213ad345f6c40.jpg

Sangat ketakutan, serangan demi serangan terus berdatangan. Doakan kami. Tolong kami.

Rumah kami pun jadi target berikutnya.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20161129/twitter6-f3eff019bb636d8cbd69544a267da5a5.jpg

Tadi malam, tidak banyak yang tahu bagaimana para pasukan militan itu masuk kerumah dan menggeledah kami. Mereka tidak peduli siapa kami atau kondisi kami. Usai mereka merusak segalanya, kami diusir sebelum akhirnya bom itu dijatuhkan. Rumah kami jadi target berikutnya. Rumah kami rata dengan tanah. Rumah kami lenyap.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20161129/twitter7-bb1fdabb48bb1d18fd2e26cce458c59a.jpg

Kini kami pun tidak tahu harus ke mana. Tanpa tujuan dan rumah. Kami hanya punya satu sama lain. Tidak punya uang, apalagi bantuan dari orang lain. Tangisan kami sudah kering. Kami tidak tidur. Kami ketakutan.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20161129/twitter8-64c6a43376615b83ddf95db66491d668.jpg

Namun tolonglah, kami tidak mau mati.

Share Article
Topics
Editorial Team
Erwanto Khusuma
EditorErwanto Khusuma

Related Articles

See More

Ipsam dolorem sed molestiae et nisi est a voluptates

20 Mei 2026, 16:54 WIBHype
ferf

ferf

18 Mei 2026, 15:24 WIBHype
Artikel coba buat

Artikel coba buat

14 Apr 2026, 13:11 WIBHype
Artikel baru ada pollingnya

Artikel baru ada pollingnya

13 Apr 2026, 09:11 WIBHype
scenario 3

scenario 3

01 Apr 2026, 11:55 WIBHype
scenario 2

scenario 2

01 Apr 2026, 11:53 WIBHype
scenario 1

scenario 1

01 Apr 2026, 11:52 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

04 Mar 2026, 15:32 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

03 Mar 2026, 15:54 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

03 Mar 2026, 15:35 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

03 Mar 2026, 15:29 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

03 Mar 2026, 15:26 WIBHype
My Movie Review - Automation

My Movie Review - Automation

27 Feb 2026, 08:52 WIBHype
My Movie Review - Automation

My Movie Review - Automation

26 Feb 2026, 16:08 WIBHype