Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

10 Hal yang Membuat Supermarket di Tiongkok Paling Berbeda

10 Hal yang Membuat Supermarket di Tiongkok Paling Berbeda
artwork by IDN Times
Share Article

Salah satu supermarket ternama di Tiongkok telah memberhentikan penjualan daging keledai karena di dalamnya mengandung daging dari hewan lain, termasuk rubah. Terlepas dari skandal baru-baru saja, retailer besar telah menjadi sangat populer di Tiongkok. Banyak supermarket ternama berusaha membuka lebih dari 110 cabang toko di beberapa tahun ke depan. Berbelanja dalam supermarket di Tiongkok sangat berbeda dengan negara-negara lain lho! Ini 10 hal yang membedakannya!

  1. 1. Orang-orang berbelanja daging mentah di sana, berebut menggunakan tangan kosong, tanpa penjepit atau sarung tangan.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170605/a1-67961e5fc5e61f98e08dd7a18deb6681.jpg

    Di gambar terlihat para pelanggan sedang memilih daging kelinci dengan tangan kosong mereka di sebuah supermarket besar, di provinsi Chongqing.

  2. 2. Keramaiannya jauh lebih parah dibandingkan negara lain.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170605/a2-dd661cf16c6251baf246c2ce74a1fee1.jpg

    Sebuah pusat perbelanjaan baru dibuka di lokasi Shanghai. Penulis travel Catherine Bodry mengatakan bahwa supermarket-supermarket Tiongkok punya tingkat keramaian yang sangat gak nyaman, tanpa ada ruang personal sama sekali.

  3. 3. Kamu bisa menangkap sendiri kodok, ikan dan kura-kura.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170605/a3-278730e284e4886d817057a3e4d9543f.jpg

    YouTuber bernama ILuvTrading asal Amerika mengaku sangat merasa aneh dengan tempat perikanan yang sangat terbuka. Ia juga mengaku bahwa baunya sangat amis.

  4. 4. Kamu gak bisa membeli dalam partai banyak.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170605/a4-ea9376d21e49712c8ccbdd4ca74b6857.jpg

    Sebagian besar penduduk Tiongkok gak punya ruang cukup untuk menyimpan makanan dalam jumlah banyak, jadi banyak supermarket menawarkan kuantitas lebih kecil di sana.

  5. 5. Supermarket di sana menawarkan tumpangan bus gratis untuk para pelanggannya.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170605/a5-2c9227e9b85a40c19806500b83f4c93e.jpg

    YouTuber dengan nama akun SurfDawg5 menggaris-bawahi bagaimana supermarket di Tiongkok mempermudah para pelanggannya untuk mencapai toko mereka.

  6. 6. Kamu bisa membeli daging buaya.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170605/a6-a3ecd544d45cf7b3a3d9ded61ad0837a.jpg

    Ada banyak reptil-reptil eksotis tersedia kalau kamu lebih memilih kadal.

  7. 7. Layar LCD mengiklankan produk-produknya di tiap gang.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170605/a7-599ec49f688108bc12fd25a92750c7bf.jpg

    Iklan-iklan ini bisa berubah sesuai dengan apa yang dipajang.

  8. 8. Beras dijual di dalam tong yang besar dan termuka.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170605/a8-0e3c385d08c8ec8f13884a24dff355f5.jpg

    Para pelanggan hanya menciduk kuantitas yang diinginkan ke dalam tas atau kantong yang mereka bawa.

  9. 9. Ada pojok khusus permen yang sangat mewah.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170605/a9-4a9af7f5feaeb18b2bfebfc019dac6bc.jpg

    Pengguna Flickr David Thiel terkejut pada pilihan-pilihan permen yang dijual ketika ia mengunjungi toko di Shanghai.

  10. 10. Makanan-makanan kebanyakan dijual dalam keadaan terbuka, bukan di dalam kemasan.

    https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20170605/a10-3890223a2503e9e3b1e4485a930b8147.jpg

    Brian Sozzi dari Belus Capital mengatakan bahwa sebagian besar orang Tiongkok lebih fokus pada makanan yang terlihat benar-benar alami dari peternakan, jadi bagi banyak supermarket di Tiongkok sangatlah gak penting untuk mengemas daging.

    Walaupun ada beberapa yang nampak biasa diterapkan di Indonesia, namun itu masih menjadi keanehan bagi berbagai negara di dunia. Menurutmu mana yang paling gak banget dan kamu gak ingin itu ada juga di Indonesia? Share di kolom komentar ya!

Share Article
Editorial Team