Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ini Penjelasannya Kenapa Kamu Masih Bisa Kaget Meski Sedang Tidur

Ini Penjelasannya Kenapa Kamu Masih Bisa Kaget Meski Sedang Tidur
Share Article

Baru saja tertidur tapi kemudian kamu merasa seakan-akan tubuhmu jatuh hingga kaget dan tersentak bangun dari lelap? Sebagian dari kita pasti pernah mengalami hal seperti ini. Ada yang tak begitu peduli, tapi ada pula yang merasa benar-benar terganggu dengan kejadian ini.

Apakah kamu salah satunya yang terganggu? Sebenarnya apa sih yang terjadi? IDN Times punya jawabannya!

Ternyata, ini adalah hal yang normal terjadi dan disebut dengan hypnic jump.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160829/niht-213fe2936e7de6b6af79373855fea5d4.jpg

Proses hypnic jump ini terjadi karena adanya transisi dari otak yang memengaruhi dua sistem tubuh. Transisi tersebut adalah dari fase bangun menjadi tidur. Terjadinya hypnic jump disebabkan oleh usaha terakhir dari sistem motorik siang hari atas kontrol tubuh saat akan memasuki alam mimpi sehingga membuat tubuh tersentak ketika ingin tidur.

Relaksasi otot dan otak menjadi penyebab dari hypnic jump.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160829/24-sleep-jerkw750h5602x-38f128b3022c1c7a939d9ea38ffabb45.jpg

Setidaknya ada dua hal yang disebut-sebut dapat menyebabkan hypnic jump, yaitu relaksasi otot dan relaksasi otak. Ketika tidur, napas dan detak jantung akan melambat. Relaksasi otot inilah yang menyebabkan terjadinya hypnic jump.

Selain itu, ketika tertidur otak kadang jadi bingung dan berpikir bahwa kamu terjatuh. Otak akan mengirimkan sinyal ke lengan dan kaki agar pindah ke posisi tegak, sehingga menimbulkan sensasi tersentak.

Berbagai hal memicu gangguan tidur ini.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160829/1200x600-af5a5a11e02eb8fd67df6e4173a4dd23.jpg

Hypnic jerk bisa muncul karena beberapa faktor pemicu, yaitu asupan kafein dan alkohol, pekerjaan fisik yang intens sebelum tidur, tidur di tempat yang kurang nyaman, kelelahan, serta stres secara emosional.

Selain faktor tersebut, gangguan tidur, kondisi medis, penggunaan obat dan gangguan mental juga dapat menyebabkan terjadinya hypnic jump.

Kamu dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya hypnic jump.

https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20160829/379948-g-hlt-110520-sleep-231pnbcnews-fp-1200-800-f96fa54988ea6038fdc8c7453e454a39.jpg

Ada berbagai cara yang setidaknya dapat menimimalisir terjadinya hypnic jump. Kamu bisa menghindari konsumsi kafein dan alkohol beberapa saat sebelum tidur. Selain itu, kelelahan dan stress yang dapat menyebabkan terjadinya hypnic jump harus kamu hindari.

Jadi, sudah gak bingung lagi kan kenapa kaget hingga terbangun di malam hari?

Share Article
Topics
Editorial Team
Evelyn Davsy
EditorEvelyn Davsy

Related Articles

See More

Ipsam dolorem sed molestiae et nisi est a voluptates

20 Mei 2026, 16:54 WIBHype
ferf

ferf

18 Mei 2026, 15:24 WIBHype
Artikel coba buat

Artikel coba buat

14 Apr 2026, 13:11 WIBHype
Artikel baru ada pollingnya

Artikel baru ada pollingnya

13 Apr 2026, 09:11 WIBHype
scenario 3

scenario 3

01 Apr 2026, 11:55 WIBHype
scenario 2

scenario 2

01 Apr 2026, 11:53 WIBHype
scenario 1

scenario 1

01 Apr 2026, 11:52 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

04 Mar 2026, 15:32 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

03 Mar 2026, 15:54 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

03 Mar 2026, 15:35 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

03 Mar 2026, 15:29 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

03 Mar 2026, 15:26 WIBHype
My Movie Review - Automation

My Movie Review - Automation

27 Feb 2026, 08:52 WIBHype
My Movie Review - Automation

My Movie Review - Automation

26 Feb 2026, 16:08 WIBHype