Kamu Langganan Ketilang? Jangan Khawatir, 10 Cara Ngeles Gokil Ini Dijamin Ampuh Menyelamatkan Kamu

āKABUURā¦!ā
Ā
Kalau kamu adalah penggunan kendaraan bermotor yang rutin, maka kamu pasti sudah hapal sama yang namanya rambu-rambu lalu lintas. Meski begitu, coba deh tanyain sama diri kamu, kenapa kamu masih aja sering kena tilang? Kalau kamu jawab karena peraturan dibuat untuk dilanggar,Ā hmm, kamu, teh, sekarang umurnya berapa? Malu, ah!
Nah, biar begitu, kalau sampai ketilang kan berabe juga, ya, apalagi kalau tipe polisi yang menilang kamu pengen āterima beresā aja dan nggak menegakkan keadilan. Adanya, kamu jadi ikutan kebawa arus dengan tidak menjalankan konsekuensi yang harusnya kamu terima dan memilih jalur āpelicinā. Supaya nggak nambah-nambahin dosa, mendingan kamu āpinter-pinter ngomongā sama polisinya, biar doi ngalah dan semua jadi hepi. Mari tes keberanian kamu ngeles dengan cara-cara ngeles berikut ini
1.Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā āAda bisul mau pecah, sakit banget, di area dada saya...

Makanya saya nggak bisa pakaiĀ seat belt, Pak. Bapak mau tanggung jawab kalau bisul saya pecah? Bapak perlu saya perlihatkan bisul saya?ā
Ā
2.Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā āMaaf, Pak, saya harus cepat-cepat sampai menerobos lampu merah karena saya udah terlambat, Pak.

Cinta sejati dalam hidup saya mau berangkat ke Amerika, dan saya belum menyatakan perasaan saya, Pak. Izinkan saya pergi, Pakā¦ā
Ā
3.Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā āPak, saya baru pertama kali pelihara kucing.

Dua hari yang lalu, saya berangkat naik Gunung Semeru, Pak. Karena saya pemilik kucing baru, saya lupa saya punya kucing dan nggak nitipin kucing saya ke siapa-siapa. Sekarang saya harus buru-buru sampai refleks motong jalur karena siapa tahu, Pak, siapa tahu, ada keajaiban dan kucing saya masih bertahan hidup terkunci di rumah tanpa makanan. Tolonglah, Pakā¦ā
Ā
4.Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā āPak, saya sedang merayakan hari jadi pernikahan saya, Pak.

Kalau boleh bercerita sedikit, Pak, saya lupa kalau hari ini hari jadi saya dan istri, Pak. Istri saya tadi menangis, Pak, maklum, istri saya jadi sensitif soalnya lagi hamil anak pertama, Pak. Karena itu, tadi saya langsung aja menerobos lampu merah karena saya harus cepat balik ke rumah sebelum jalanan macet, Pak. Saya khawatir istri saya stres dalam kondisi hamil gara-gara saya lupa hari jadi, Pak. Duh, Pak, please ngertiin, ya, Pakā¦ā
Ā
5.Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā ā*7&^%#@(+:{>??!? +[:<@$^??ā

(Bicara dalam bahasa asing, supaya dikira bukan orang Indonesia. Kalau wajah kamu Indonesia banget, yah, minimal bakal dikira dari Filipina, Malaysia atau Vietnam, lah. Kalau sampai diminta KTP tau SIM, STNK, pasang muka nggak paham, dan jangan berhenti ngomong sampai polisinya capek, dan akhirnya membiarkan kamu pergi).
Ā
6.Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā āPak, saya baru pulang dari merantau, Pak.
Di perantauan saya yang tempatnya di pedalaman, saya nggak pernah nyetir, Pak. Ini pertama kali setelah sekian lama saya mengembara di hutan, Pak, jadi mohon maklum kalau saya melanggar garis. Beneran, deh, Pak, saya nggak sengaja dan itu semua terjadi karena saya baru balik dari pelosok aja, Pak. Percayalah, Pak!ā
Ā
7.Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā āPak, saya seorang aktivis lingkungan, Pak.

Saya harus ngebut supaya udara tidak makin polusi karena kendaraan saya ini, Pak. Semakin santai saya nyetirnya, semakin lama saya nyampe ke rumah dan semakin tercemarlah udara yang Bapak dan saya sama-sama hirup ini, Pak. Masuk akal, dong, Pak?ā
Ā
8.Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā āPak, di bulan yang penuh berkah ini, Pakā¦

Alangkah baiknya jika kita saling memaafkan, Pak. Saya minta maaf, ya, Pak, sudah melanggar lampu lalu lintas. Tapi, Pak, ini bulan penuh berkah, Pak, siapayang memaafkan duluan bakal dapat banyak pahala, Pak. Lumayan Pak, banyak pahala, banyak keburuntungan. Setuju, dong, Pak?ā
Ā
9.Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā āPak, ini benar-benar menyangkut masa depan, Pak.

Pak, setengah jam lagi pendaftaran bakal ditutup, Pak. Saya mendaftar untuk menjadi sukarelawan di Timur Tengah, Pak. Bapak tahu sendiri gimana keadaan di sana, ākan, Pak? Anak-anak jadi korban perang, Pak! Saya harus buru-buru kalau nggak pengen kelewatan kesempatan berbuat baik pada sesama, Pak! Ayo, Pak, kalau Bapak sabar, makin banyak rezekinya, Pak!ā
Ā
10.Ā Ā Ā (Menunjuk ke kejauhan)

āYA AMPUN! Itu apa, sih, Pak? (Menanti reaksi Polisi) Maaf, Pak!ā (Langsung cabut).
Jangan coba-coba praktekkan kalau kamu nggak mau polisinya tambah ngamuk sama kamu, ya! Patuhilah peraturan, jadilah warga negara yang baik!

