Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    Jadi Musa di Sinetron Jodoh Wasiat Bapak, Ini 9 Potret Keren Masaji
    instagram.com/masaji_

    Masaji Wijayanto adalah seorang aktor dikenal publik berkat perannya sebagai Musa dalam sinetron Jodoh Wasiat Bapak yang tayang di ANTV.  Masaji dengan apik berhasil memerankan tokoh Musa, seorang pemuda buta misterius yang selalu membantu Adam dan dan kawan-kawannya dalam menyelesaikan permasalahan mereka.

    Penasaran, 'kan, bagaimana potret keren Masaji Wijayanto, pemeran Musa dalam sinetron Jodoh Wasiat Bapak? Yuk, simak! 

    1. Masaji Wijayanto lahir di Bandar Lampung, 7 Juni 1997

    Instagram.com/masaji_

    2. Kini, ia tengah sibuk bermain dalam sinetron Jodoh Wasiat Bapak bersama aktor Adly Fairuz

    Instagram.com/masaji_

    3. Dalam sinetron tersebut, Masaji memerankan tokoh Musa, seorang pemuda buta misterius yang selalu membantu Adam dan kawan-kawan

    Instagram.com/masaji_

    4. Tokoh Musa memiliki kemampuan vision yang membuatnya bisa mengetahui bahaya yang akan menimpa seseorang

    Instagram.com/masaji_

    5. Musa juga memiliki ciri khas lain yaitu dengan selalu membawa serta monyetnya

    Instagram.com/masaji_

    6. Ternyata selain piawai dalam berakting, Masaji juga jago main basket, lho

    Instagram.com/masaji_

    7. Duh, wajahnya teduh banget, ya, bikin adem

    Instagram.com/masaji_

    8. Kalau ini adalah potret Masaji saat masih kelas 9 SMP, bikin gemas!

    Instagram.com/masaji_

    9. Ternyata Masaji juga hobi main ayunan, nih

    Instagram.com/masaji_

    Itulah beberapa potret Masaji Wijayanto, pemeran Musa dalam sinetron Jodoh Wasiat Bapak. Keren abis, ya, ternyata. Sukses terus buat Masaji! 

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Editorial Team