Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Lho Mengapa Penghargaan Oscars Tidak (Akan Pernah?) Dapat Ditiru Indonesia

Ini Lho Mengapa Penghargaan Oscars Tidak (Akan Pernah?) Dapat Ditiru Indonesia

Berbagai penghargaan bagi insan perfilman Indonesia semacam Piala Citra seringkali dianggap sebagai Oscar-nya Indonesia. Memang, untuk prestis di ranah lokal, penghargaan Indonesia tersebut hanya memberikan penghargaan bagi bakat-bakat terbaik dan karya-karya yang memang membanggakan Indonesia. Namun, kelas yang dihadirkan oleh Oscars atau Academy Awards memang sulit untuk diimbangi, bahkan untuk yang terbaik dari tanah air sekalipun. Bukan karena negara Indonesia yang kalah glamor jika dibandingkan dengan US, bukan pula karena industri Hollywood yang sudah berusia lebih tua dari usia kemerdekaan Indonesia sendiri, namun karena hal-hal seperti ini.

Semangat Selebrasi Turun-temurun

Default Image IDN
Default Image IDN

Apa yang hilang dari perfilman Indonesia? Kemurnian selebrasi dari apa sebenarnya film dan seni yang ada di baliknya. Hal inilah yang dijaga oleh Academy Awards sejak tahun 1929. Oscars, selalu kembali ke inti semua keglamoran dan skandal besar hidup selebriti yang seakan sia-sia, satu poros yang membuat semuanya ada, yaitu perfilman. Tidak ada film, maka tidak ada nama besar. Meski tetap menyoroti selebriti dan kemewahan sebagai sisi hiburan, namun selebrasi sebenarnya selalu kembali pada karya film yang masterpiece. Itulah mengapa Oscars selalu menimbulkan banyak emosi dan menjadi kulminasi dari segala hal yang terjadi di dunia, dengan napas hiburan.

Hal yang Selalu Baru

Default Image IDN
Default Image IDN

Hal baru, inovasi dan penciptaan tren merupakan hal yang selalu membuat mata dunia menoleh. Itu juga yang dimiliki Oscars. Oscars selalu menjadi tolak ukur akan apa yang harus ditonton, bahkan isu apa yang harus dipedulikan melalui setiap peranan para aktor dan kisah film yang diangkat. Tidak hanya membuat penonton terhibur, Oscars pun sanggup membuat orang-orang termenung dan mendengarkan, bahkan ambil bagian dalam kegerakan. Pengaruh Oscars yang demikian besar bahkan sanggup menginspirasikan inovasi baru lainnya, seperti multiplikasi. Multiplikasi inovasi inilah yang hilang dari raga perfilman Indonesia, dengan banyaknya pengulangan tema dan pemberian penghargaan hanya untuk tema-tema film yang aman dan tidak mendobrak kesadaran.

Dua hal tersebut inilah yang menjadi PR terbesar bagi ranah perfilman Indonesia. Bisakah kita menyusul dengan kondisi dan kualitas karya anak-anak bangsa saat ini? Tentu bukan tidak mungkin.

Share
Topics
Editorial Team
Prisca Akhaya
EditorPrisca Akhaya
Follow Us

Latest in Hype

See More

Bos IKEA Jepang Jenguk Punch si Monyet Viral, Donasikan Boneka

06 Mar 2026, 10:30 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

04 Mar 2026, 15:32 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

03 Mar 2026, 15:54 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

03 Mar 2026, 15:35 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

03 Mar 2026, 15:29 WIBHype
My FAQ Article - Automation

My FAQ Article - Automation

03 Mar 2026, 15:26 WIBHype
My Movie Review - Automation

My Movie Review - Automation

27 Feb 2026, 08:52 WIBHype
My Movie Review - Automation

My Movie Review - Automation

26 Feb 2026, 16:08 WIBHype
My Movie Review - Automation

My Movie Review - Automation

26 Feb 2026, 14:11 WIBHype