Dalam film Kim Ji Young, Born 1982, ada sebuah adegan ketika Kim Ji Young merasa frustasi menghadapi pertanyaan orang-orang mengenai kapan ia akan memiliki momongan. Ia merasa terganggu dengan pertanyaan sama yang berulang kali diucapkan, padahal ia dan suami sudah memiliki rencana sendiri untuk memiliki momongan.
"Kapan nikah?", "Kapan punya anak?", "Kapan punya anak kedua?", "Kapan akan bekerja lagi?", rentetan basa-basi seperti ini seolah tidak akan ada ujungnya. Apa pun pencapaian yang sudah kita raih, orang di sekitar kita akan menuntut kita untuk meraih pencapaian berikutnya. Pertanyaan seperti itu mungkin diutarakan dalam konteks basa-basi, tapi kalau sudah terlalu sering diucapkan, bukankah memang sudah terlalu basi?
Jika kita melihat dari sudut pandang orang yang ditanya, seseorang yang sering ditanya 'Kapan menikah?" bisa saja di dalam hatinya juga sudah mendambakan untuk segera memiliki pasangan hidup. Sepasang suami-istri yang sering ditanya, "Kapan punya momongan?" pasti juga sudah berusaha sekeras mungkin untuk memiliki momongan, namun apa daya karunia tersebut belum juga datang. Di tengah kesulitan mereka dalam mewujudkan harapan masing-masing, pertanyaan sama yang datang terus-menerus hanya akan menambah beban di pikiran.
Itulah pesan yang ingin disampaikan dari film Korea Kim Ji Young, Born 1982. Tak hanya hiburan semata, namun ada banyak pesan tersirat yang harus kita renungkan. Kamu sudah nonton? Bagikan pendapatmu di kolom komentar.