5 Pesan Penting Tentang Kekerasan Anak di KDrama It's Okay That's Love

It's Okay, That's Love merupakan drama yang bercerita tentang seorang penulis bernama Jang Jae Yeol (Jo In Sung) serta masa lalunya yang kelam.
Selain kisah cinta antara Jang Jae Yeol dan kekasihnya Ji Hae So (Gong Hyo Jin) drama ini juga bercerita tentang kekerasan yang dialami Jang Jae Yeol sewaktu kecil. Berikut pesan moral tentang kekerasan anak di drama It's Okay, That's Love yang bisa dijadikan pelajaran.
1. Kekerasan pada anak bisa dicegah ketika masyarakat lebih peka terhadap masalah tersebut

Saat Jang Jae Yeol dipukuli ayah tirinya, ia sangat berharap ada warga yang mau menolongnya. Namun, hal itu tak pernah terjadi hingga ia harus bersembunyi di toilet kumuh setiap mendapat perlakuan kasar.
Kekerasan terhadap anak bisa dicegah saat masyarakat peka terhadap masalah tersebut. Kekerasan yang melibatkan anak, bukan lagi masalah privasi sebuah keluarga tetapi tindakan pelanggaran hukum yang harus dicegah bersama-sama.
2. Lembaga pendidikan harus ikut berperan aktif mencegah kekerasan terhadap anak

Jang Jae Yeol sering menerima tindakan kekerasan dari ayah tirinya setelah pulang sekolah. Meski drama ini tak menceritakan tentang kehidupan sekolah Jang Jae Yeol, namun, jelas sekali tak ada peran guru di tengah kondisi Jang Jae Yeol yang penuh luka saat di sekolah.
Tugas guru di sebuah lembaga pendidikan bukan hanya memberikan ilmu kepada anak didik, tetapi juga harus peduli tentang masalah keluarga yang menjadi beban belajar siswa. Andai hal itu dilakukan, bukan tak mungkin seorang guru bisa membantu anak didik terhindar dari tindak kekerasan.
3. Kekerasan terhadap anak bisa berakibat fatal

Setelah dewasa, Jang Jae Yeol masih menderita trauma atas kekerasan yang ia terima saat kecil. Sehingga, kebiasaan bersembunyi di toilet membuat ia menjadikan toilet sebagai tempat tidurnya yang paling nyaman.
Didramatisir ataupun tidak, kenyataan bahwa kekerasan terhadap anak berakibat fatal adalah suatu hal yang tak bisa dipungkiri. Bahkan, dampak negatif tersebut bisa bersifat permanen, sehingga perlu tindakan khusus untuk menanganinya.
4. Anak korban kekerasan bisa menderita trauma hingga dewasa

Tak hanya menjadikan toilet sebagai tempat tidurnya, Jang Jae Yeol juga mencipta karakter seorang anak korban kekerasan yang ia lindungi di alam bawah sadarnya yang bernama Han Kang Woo.
Halusinasi Jang Jae Yeol itulah yang disebut skizofrenia, penyakit mental akut yang ia derita saat dewasa karena dampak dari kekerasan yang pernah ia terima.
5. Anak korban kekerasan perlu pendampingan intensif

Mempunyai sifat pendendam serta sering bersikap kasar merupakan dampak psikologis yang dialami Jang Jae Yeol akibat tindakan kekerasan yang ia terima saat kecil. Hal itu berlanjut dan semakin menjadi hingga ia dewasa. Klimaksnya, Jang Jae Yeol menderita penyakit mental akut yang terlambat diketahui.
Dampak negatif kekerasan terhadap anak, bisa diminimalisir dengan dampingan keluarga serta tenaga ahli. Tanpa dampingan tersebut, seorang anak korban kekerasan berisiko mengalami trauma serta risiko lain yang bisa bersifat permanen.
Nah, itulah pesan penting tentang kekerasan anak di drama It's Okay, That's Love. Yuk, jadi generasi millennial, yang peka terhadap isu kekerasan pada anak mulai dari sekarang?







