Dengan kemajuan teknologi dan berkembangnya pasar pariwisata, kegiatan traveling sudah sangat mudah di masa kini. Fakta tersebut memicu semakin besarnya jumlah wisatawan dan membuka peluang munculnya para travel writer atau vlogger atau influencer.
Hal ini diamini Trinity, namun ia sama sekali tidak menganggap pasar yang semakin jenuh sebagai ancaman. "Yah sekarang ini kan orang juga sudah beralih. Maksudnya readership juga sudah semakin menurun dan semua beralih ke digital," tuturnya.
"Menurutku sih aku senang dengan adanya kompetisi. Karena dengan adanya kompetisi kita jadi lebih berkembang, berinovasi, dan lain-lain," ujarnya. Persaingan ini membuat Trinity selalu mengeksplorasi format-format lain untuk menarik hati peminat kisahnya.
Sekarang ia tak sebatas penulis blog dan buku lagi. Trinity juga memiliki akun Instagram, channel YouTube, dan lain sebagainya. Ia mengakui bahwa untuk tetap relevan siapa pun harus mau mengikuti zaman. Meski begitu, Trinity punya prinsip untuk tetap jadi diri sendiri karena ia tahu betul siapa pangsa pasarnya.