Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
Age VerificationThis content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

Tiba-tiba Nafsu Seksual Menurun Karena 5 Hal ini, Apa Saja Sih?

unsplash.com/Pavel Chusovitin
unsplash.com/Pavel Chusovitin

Memang sih, faktor keharmonisan hubungan suami istri itu tak hanya datang dari hubungan seksual saja. Tapi, ada serentetan faktor lainnya yang membuat hubungan tetap berjalan hangat. Cuma, dalam hubungan seksual itu adalah momen yang memang menyatukan pasangan dalam satu perasaan yang sama, kegairahan, kesenangan, serta saling meluapkan rasa cinta satu sama lainnya.

Jadi, memang hubungan seksual yang frekuensinya baik adalah salah satu faktor kemesraan rumah tangga. Apalagi banyak manfaat bahwa hubungan seksual secara normal akan mempengaruhi kepercayaan diri, kebahagiaan, serta semangat hidup. Stres serta tekanan hidup yang dijalani setidaknya akan berkurang jika hubungan seksual sering dilakukan bersama pasangan.

Tapi, jika ada indikasi berkurangnya frekuensi berhubungan seksual dan malah tidak ada gairah lagi, nah ini yang harus dipertanyakan. Apakah ini ada hubungannya dengan kondisi fisik atau ada masalah lainnya? Yuk, kita telaah apa saja sih gangguan dalam berhubungan seksual itu!

1. Tingkat kepercayaan diri menurun karena tidak bisa memuaskan pasangan secara paripurna

Pexels.com/ZunZun
Pexels.com/ZunZun

Tingkat kepercayaan diri menurun, seiring dengan misalnya bertambahnya usia, wajah sudah tidak sekencang dahulu kulitnya, bentuk badan juga berubah, dan hal lainnya. Hal ini akan membuat pasangan secara langsung enggan berhubungan seksual karena takut diremehkan pasangan.

Hal ini sebaiknya dibutuhkan saling support antara pasangan sehingga saling memuji dan saling memberikan apresiasi harus selalu dipupuk agar hubungan seksual pun berjalan seperti biasanya.

2. Konflik antara pasangan yang belum terpecahkan

Pexels.com/Pixabay
Pexels.com/Pixabay

Konflik antarpasangan memang selalu ada, namun semuanya juga pasti ada jalan keluarnya. Tidak lantas, ada masalah semuanya menjadi penyebab rusaknya sebuah hubungan.

Memang sebaiknya, jika ada masalah segera selesaikan agar tidak berlarut-larut. Dan ini juga otomatis akan membuat hubungan lainnya terganggu, termasuk hubungan seksual juga akan menjadi imbas permasalahan rumah tangga.

3. Komunikasi suami istri yang renggang sehingga kemesraan pun sangat langka dilakukan

Pixabay.com/Pexels
Pixabay.com/Pexels

Seringkali komunikasi antara suami istri renggang karena masing-masing sibuk dengan pekerjaannya. Pergi pagi dan pulang larut malam menyebabkan tubuh kecapekan dan nafsu untuk berhubungan seksual pun hilang. Kurangnya komunikasi ini disebabkan pasangan pulang ke rumah dalam keadaan lelah sehingga yang ditujunya bukan lagi obrolan hangat atau berkasih mesra, tapi tidur semata untuk memulihkan kelelahan.

4. Karena gangguan penyakit, misalnya diabetes, kanker, atau lainnya

Pixabay.com/Goodinteractive
Pixabay.com/Goodinteractive

Faktor kesehatan juga menjadi momok penting dalam terganggunya hubungan seksual. Oleh karena tingkat daya tahan tubuh menurun serta melakukan hubungan seksual pun enggan dilakukan karena tubuh tidak memungkinkan untuk melakukannya. Hal ini butuh support yang baik dari pasangan agar tetap selalu menjaga kesehatan masing-masing serta selalu memperhatikan keadaan pasangan.

5. Perubahan berat badan yang berlebihan sehingga menurunkan rasa percaya diri

Pexels.com/Pixabay
Pexels.com/Pixabay

Terlalu gemuk atau kurusnya tubuh, juga merupakan hal yang amat besar pengaruhnya dalam kemesraan berhubungan seksual. Perubahan berat badan yang drastis akan memicu gerak tubuh yang lamban. Sedangkan, dalam berhubungan seksual dibutuhkan tenaga yang prima karena gerakan-gerakannya yang dinamis.

Jadi, hal ini butuh support dari pasangan untuk saling memberi semangat. Dan yang terlalu kurus pun kadang sering menjadi masalah, ya itulah jadi setiap pasangan harus menerima dengan ikhlas atas tubuhnya dan saling memuji satu sama lainnya.

Jika gangguan seksual menurun dan kamu sudah menyerah tidak bisa memperbaikinya, kamu juga tak lantas harus menyerah. Ada baiknya konsultasikan dengan dokter terkait masalah yang kamu alami. Dan satu lagi, saling memotivasi antara pasangan agar saling percaya diri tetap kuat, menjaga kemesraan tetap sering terjaga, dan tentu saja frekuensi hubungan seksual yang normal.

Jadi, jangan menjadi kekhawatiran yang berlebihan, semuanya pasti ada solusinya ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Renny Fitri
EditorRenny Fitri

Latest in Health

See More

Mikroplastik Bisa Jadi 'Kendaraan' Penyebar Kuman Berbahaya

18 Des 2025, 11:15 WIBHealth
ular kucing

Coba artikel reviewed by

15 Des 2025, 13:13 WIBHealth
http://i1382.photobucket.com/albums/ah270/akhayaprisca/787671102_zps4y2yx23f.jpg

Artikel 42

16 Sep 2025, 10:54 WIBHealth
http://i1296.photobucket.com/albums/ag19/Melarissa_Benedicta/the blonde salad_fashionnewsmagazine_zpswlnkn5tx.jpg

Artikel 20

16 Sep 2025, 10:19 WIBHealth
DVkkskcl40.png

Artikel 5

16 Sep 2025, 10:11 WIBHealth
IMG20240724165502.jpg

tes timezone wita

25 Jul 2025, 15:00 WIBHealth
singa

artikel coba draft

25 Jul 2025, 11:47 WIBHealth
burung

Artikel agustus update

15 Jul 2025, 16:48 WIBHealth