rawpixel.com/Teddy Rawpixel
Sebuah penelitian di tahun 2016 yang berjudul "Ejaculation Frequency and Risk of Prostate Cancer" menyebutkan jika pria jarang ejakulasi di masa terbaiknya (usia 20 sampai 40 tahun), akan lebih mungkin terkena penyakit kanker prostat. Penelitian ini diklaim dilakukan selama 1992-2010, dengan partisipasi sebanyak 32.000 pria.
Namun Healthline membantah pernyataan penelitian ini. Karena dari awal, penelitian ini tidak dilakukan dalam lab yang dikontrol oleh para peneliti. Sedangkan untuk hal seperti ini, orang dapat dengan mudah lupa berapa kali dalam satu bulan bisa ejakulasi.
Dalam penelitian yang berjudul "Revisiting The Relationship between The Ejaculatory Abstinence Period and Semen Characteristics" pada tahun 2018, tidak ditemukan korelasi antara ejakulasi pria dengan kanker prostat. Selain itu, juga tidak ditemukan korelasi antara sering ejakulasi dengan kualitas sperma.
Lebih lanjut lagi, di tahun 2003, dilansir dari NCBI, lebih dari 1.000 pria yang terdiagnosa kanker prostat ditanyakan seberapa sering mereka ejakulasi. Namun banyak dari mereka yang tidak bisa menjawab seberapa sering dalam satu bulan dan seberapa banyak pasangan mereka.
Jadi jika disimpulkan, tidak ada hubungannya antara kanker prostat dan seberapa sering pria ejakulasi. Dilansir dari Alodokter, penyebab kanker prostat di antara lainnya karena pola makan tak sehat, gaya hidup tak sehat, obesitas, menderita penyakit seksual, dan ada turunan keluarga yang juga pernah menderita kanker prostat.