Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
self.com
self.com

Kulit adalah organ terbesar yang dimiliki oleh manusia. Rata-rata kulit orang dewasa memiliki berat 3,6 kilogram! Meski begitu, kita sering menyepelekan masalah yang ada pada kulit dan menganggapnya tidak berbahaya. Padahal, ada beberapa masalah kulit yang akan mengancam nyawa apabila dibiarkan terus-menerus!

Apa saja kondisi kulit yang dimaksud dan mengapa bisa mengancam nyawa? Kenali lebih lanjut lewat artikel berikut ini! Baca sampai tuntas, ya!

1. Fasciitis Nekrotikan

medicinenet.com

Merasa asing dengan namanya? Fasciitis nekrotikan memiliki nama lain flesh-eating disease atau penyakit pemakan daging. Ini merupakan infeksi parah pada kulit, jaringan di bawah kulit dan fasia (jaringan fibrosa yang memisahkan otot dan organ), ungkap laman The Conversation. Bila dibiarkan, akan menyebabkan kematian pada jaringan!

Infeksi ini sangat cepat menyebar dan akan berakibat fatal apabila tidak terdeteksi dan tidak diobati sejak dini. Kegagalan organ akan terjadi jika tidak diobati dengan antibiotik maupun pembedahan. 25 persen dari orang yang didiagnosis dengan penyakit ini akan meninggal dunia! Ngeri banget ya?

2. Sindrom Stevens Johnson

pinterest.com

Selanjutnya, mari beranjak ke Sindrom Stevens Johnson (SJS). Sindrom ini mempengaruhi kulit dan selaput lendir (mulut, mata, alat kelamin, saluran pernapasan dan saluran pencernaan). Lapisan kulit bagian luar (epidermis) akan terkelupas dan jaringan kulit akan mati, jelas laman The Conversation.

Penyebab utamanya adalah efek dari obat-obatan. Obat yang bisa menyebabkan SJS adalah antibiotik, antikonvulsan, allopurinol (obat asam urat), obat anti inflamasi non-steroid hingga obat HIV. Biasanya, reaksi ini akan terjadi dalam delapan minggu pertama setelah meminum obat. Komplikasi jangka panjangnya adalah gagal pernapasan, dehidrasi, malnutrisi, infeksi parah, kegagalan multi-organ dan kematian.

3. Sindrom kulit melepuh

knowledge.statpearls.com

Kulit melepuh bisa mengancam nyawa? Kok bisa? Kamu perlu berkenalan dengan sindrom kulit melepuh stafilokokus. Sindrom ini memengaruhi bayi baru lahir, anak kecil atau orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau memiliki gagal ginjal. Penyebabnya adalah racun yang diproduksi oleh bakteri Staphylococcus aureus.

Bakteri ini tidak terlalu berbahaya bagi orang dewasa, tetapi akan menjadi ganas pada bayi, anak kecil atau orang dengan sistem imun yang lemah. Gejalanya adalah ruam merah, melepuh menyerupai luka bakar, kulit kemerahan dan demam. Sindrom ini bisa menyebabkan komplikasi seperti dehidrasi, infeksi parah, pneumonia bahkan kematian!

4. Sindrom DRESS

healthline.com

Sindrom DRESS adalah singkatan dari drug reaction with eosinophilia and systemic symptoms. Ini merupakan reaksi parah yang bisa memengaruhi kulit dan organ dalam. Penderitanya akan mengalami ruam, demam, pembesaran kelenjar getah bening hingga kerusakan pada hati, ginjal, paru-paru, jantung dan pankreas. Seram juga ya?

Sesuai dengan namanya, sindrom ini disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Seperti anti depresan, obat anti inflamasi non-steroid, antibiotik dan anti konvulsan. Kematian akibat sindrom DRESS diperkirakan mencapai 10-20 persen dari keseluruhan kasus. Kematian terjadi akibat gagal pada organ hati, terang laman The Conversation.

5. Nekrolisis epidermal toksik

mja.com

Masih ada lagi masalah kulit yang bisa mengancam jiwa. Namanya nekrolisis epidermal toksik atau toxic epidermal necrolysis (TEN). Ini merupakan kelainan dermatologis yang berpotensi mengancam jiwa. Apabila dibiarkan tanpa diobati akan menyebabkan kegagalan pernapasan, pendarahan gastrointestinal hingga kematian.

Sebagaimana Sindrom Stevens Johnson (SJS), nekrolisis epidermal toksik juga dipicu oleh obat-obatan tertentu. Seperti carbamazepine, lamotrigin, allopurinol, nevirapine dan antibiotik sulfonamide. Reaksi obat-obatan ini menyumbang 80-95 persen dari keseluruhan kasus nekrolisis epidermal toksik.

6. Pemphigus vulgaris

alldaychemist.com

Selanjutnya, ada pemphigus vulgaris (PV), kondisi kulit yang langka, serius dan berpotensi mengancam jiwa. Penyakit ini menyebabkan kulit melepuh dan sakit di area selaput mulut, hidung, tenggorokan dan alat kelamin. Kondisi ini bisa terjadi di segala usia, tetapi lebih umum dialami oleh orang tua di antara usia 50-60 tahun, ujar National Health Service.

Kulit yang melepuh akan pecah dan terbuka, lalu meninggalkan area kulit yang tidak terlindungi, tidak bisa disembuhkan dan meningkatkan risiko infeksi. Biasanya, bagian dalam mulut yang akan melepuh terlebih dahulu dan akan memengaruhi kulit bagian luar dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan.

7. Toxic shock syndrome (TSS)

abouthealthsome.com

Terakhir, ada toxic shock syndrome (TSS). Kondisi ini jarang terjadi, namun bisa mengancam nyawa manusia. Ini terjadi ketika zat beracun yang diproduksi oleh bakteri tertentu memasuki aliran darah. Gejalanya bervariasi, seperti kulit mengelupas, ruam, demam dan tekanan darah rendah.

TSS disebabkan oleh bakteri jenis Streptococcus pyogenes dan Staphylococcus aureus. Penanganannya beragam, seperti diberi antibiotik, diberi cairan intravena dan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang rusak.

Risiko kematian bervariasi antara 5-50 persen. Lebih mengerikan, kematian bisa terjadi dalam 2 hari! Hal ini diungkapkan oleh penelitian yang dipublikasikan di jurnal Critical Care Clinics.

Nah, itulah 7 masalah kulit yang membahayakan dan merenggut nyawa manusia. Semoga informasi singkat ini bermanfaat, ya!

Editorial Team