Setelah lulus kuliah, para dewasa muda mulai menjajaki realitas kehidupan yang keras. Tak jarang dari mereka yang memilih untuk meninggalkan passion mereka lalu banting setir ke belakang meja dan menjadi karyawan, terutama di sektor swasta.
Memang, pekerjaan karyawan bisa jadi menyenangkan, apalagi jika lingkungan kerjanya kondusif dan mitra kerjanya suportif. Namun, NSDUH memaparkan bahwa karyawan tidak lepas dari depresi. Menempati tempat ke-6, tingkat depresi para karyawan mencapai 8.1 persen.
Apa yang bisa membuat mereka, terutama yang bekerja di sektor swasta, tiba-tiba putus asa? Perubahan dunia yang cepat membuat budaya kerja menjadi cepat juga dan permintaan pasar kian meninggi.
Saat perusahaan mulai kewalahan, para karyawan mulai khawatir dengan masa depan perusahaan, bayaran mereka, dan segala tunjangannya. Di samping itu, budaya politik kantor yang kompetitif dan kadang tidak sehat membuatnya menjadi "dingin.
Pekerjaan-pekerjaan di atas hanyalah segelintir pekerjaan yang menantang emosimu hingga ke ujung tebing. Tantangan emosional sejatinya merupakan tantangan pekerjaan. Itulah mengapa saat di perkuliahan kamu menjalani magang; agar kamu tidak kaget pada kerasnya lingkungan kerja.
Namun, kalau kamu berpikir pengangguran tidak depresi, itu salah besar! NSDUH memaparkan bahwa tingkat depresi pengangguran jauh lebih besar bahkan dari perawat, sebesar 13 persen!
Bersyukurlah untuk pekerjaanmu. Jangan lupa, carilah pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan passionmu. Jangan memaksakan, yang akhirnya kamu tahu bahwa kamu akan terbebani dengan kerjanya.