Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    Gastroparesis, Kondisi di Mana Lambung Tak Bisa Mengosongkan Diri
    mamashealth.com

    Beberapa jam setelah makan, rasa kenyang perlahan akan hilang. Ini karena makanan yang dicerna dalam lambung akan berpindah ke organ tubuh lain seperti usus kecil lalu menuju ke usus besar. Namun, tidak demikian bagi penderita penyakit gastroparesis. Ini adalah kondisi di mana lambung tak bisa mengosongkan isinya dengan benar!

    Dipicu oleh apa penyakit ini dan bagaimana gejala yang bisa diketahui? Lantas, apakah gastroparesis bisa disembuhkan? Temukan jawabannya di bawah ini!

    1. Mengenal gastroparesis lebih dekat

    sciencedirect.com

    Sebelum beranjak lebih jauh, mari mengenal gastroparesis terlebih dahulu. Ini adalah kondisi yang memengaruhi gerakan spontan dari otot di perut. Lambung dalam kondisi normal akan mengalami kontraksi otot yang kuat untuk mendorong makanan melalui saluran pencernaan, ungkap laman Mayo Clinic.

    Bagi penderita gastroparesis, motilitas otot perut akan melambat atau tidak berfungsi sama sekali. Akibatnya, lambung kesulitan untuk mengosongkan isinya. Diperkirakan, 4 persen dari total populasi mengalami gastroparesis. Dari keseluruhan penderita gastroparesis, 80 persen di antaranya adalah perempuan, ungkap Gastroparesis Clinic.

    2. Inilah gejala-gejala gastroparesis, coba cek!

    parenting.firstcry.com

    Berbicara soal gejala, antara satu orang ke orang lain bisa berbeda-beda. Bahkan, ada penderita gastroparesis yang tidak mengalami gejala sama sekali. Namun, umumnya gejala gastroparesis bisa ditandai dengan ciri-ciri berikut ini:

    • Mual dan muntah
    • Merasa kenyang setelah makan sedikit
    • Perut kembung atau sakit perut
    • Penurunan berat badan dan gizi buruk
    • Perubahan kadar gula darah
    • Memuntahkan makanan yang tidak tercerna beberapa jam sebelumnya

    3. Disebabkan oleh kerusakan saraf yang mengendalikan otot perut

    dlife.com

    Belum bisa dipastikan penyebab gastroparesis. Namun, para ahli meyakini bahwa gastroparesis disebabkan oleh kerusakan saraf yang mengendalikan otot perut. Saraf itu bernama saraf vagus dan membantu memberi sinyal pada otot-otot perut untuk berkontraksi dan mendorong makanan ke usus kecil, ungkap laman Mayo Clinic.

    Sementara, saraf vagus yang rusak tidak bisa mengirim sinyal yang normal ke otot perut. Akibatnya, makanan akan tertahan lebih lama di perut dan kesulitan bergerak ke usus kecil untuk dicerna. FYI, saraf vagus bisa rusak oleh penyakit diabetes, operasi perut, infeksi virus, hipotiroidisme, scleroderma (penyakit jaringan ikat) dan lain sebagainya.

    4. Komplikasi yang terjadi akibat gastroparesis

    emilysstomach.com

    Apabila tidak segera diatasi, gastroparesis bisa menyebabkan komplikasi. Di antaranya menyebabkan dehidrasi parah, malnutrisi akibat tidak mengonsumsi cukup kalori, makanan di perut jadi tak tercerna, perubahan pada kadar gula darah hingga kualitas hidup jadi menurun, ungkap laman Mayo Clinic.

    Cara mengatasi gastroparesis adalah dengan pyloroplasty, yakni membuka katup di bawah perut agar makanan bisa masuk ke usus kecil. Bisa juga dengan jejunostomi, di mana tabung plastik dimasukkan melalui dinding perut menuju ke usus kecil, jelas Department of Surgery University of Wisconsin School of Medicine and Public Health.

    healthopinion.net

    Nah, itulah sekilas mengenai gastroparesis, mulai dari penyebab, gejala dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini bermanfaat untukmu, ya!

    Editorial Team

    Related Article

    Test notif artikel ke 6 rev07 Jan 2026, 13:18 WIB
    Coba artikel reviewed by15 Dec 2025, 13:13 WIB
    Artikel 4216 Sep 2025, 10:54 WIB
    Artikel 2016 Sep 2025, 10:19 WIB
    Artikel 516 Sep 2025, 10:11 WIB