"Para narsis tidak memiliki kemampuan untuk membuatmu merasa dilihat, divalidasi, dipahami, dan diterima karena mereka tidak memahami konsep dari perasaan," kata Shirin Peykar, seorang ahli terapi keluarga dan hubungan kepada Healthline.
Apakah Diam-diam Kamu Mengidap Narsisme? Kenali 8 Tandanya di Sini!

Tanpa kita sadari, kata “narsis” sering digunakan untuk hal-hal sepele di kehidupan sehari-hari. Misalnya merujuk pada orang yang suka selfie, orang yang memuji diri sendiri, dan mungkin kepada orang yang sombong. Namun apakah itu semua tepat untuk mendeskripsikan narsisme yang sesungguhnya?
Sebenarnya narsisme merupakan sebuah kondisi psikologis di mana seseorang mencintai gambaran ideal dan berlebihan mengenai dirinya sendiri. Jadi, ini sama sekali berbeda dengan self love.
Lalu bagaimana cara mengidentifikasi kecenderungan narsisme di diri sendiri? Yuk, cek tanda-tanda umumnya berikut ini!
1. Merasa diri lebih penting daripada orang lain

Tanda pertama dari seseorang yang narsis adalah ia sering kali merasa dirinya sangat penting, bahkan melebihi orang lain. Dilansir dari Help Guide, mereka percaya bahwa dirinya unik, spesial, dan hanya bisa dimengerti oleh orang yang sama spesialnya. Tak hanya itu, perasaan tersebut membuat mereka hanya ingin diasosiasikan dengan hal yang statusnya tinggi juga.
2. Merasa lebih baik dan ahli daripada orang lain

Diungkapkan atau tidak, seseorang yang memiliki sifat narsisme merasa bahwa dirinya superior. Di bayangannya, ia bisa mengerjakan segala sesuatu lebih baik daripada orang lain. Terkadang mereka juga melebih-lebihkan pencapaian dan bakat yang dimiliki. Padahal kenyataannya, orang lain pun memiliki kemampuan yang sama dengan mereka.
3. Kurangnya rasa empati dalam diri

Selanjutnya, orang yang narsis sangat sulit untuk berempati dengan orang lain. Karena sangat mengagungkan dirinya, mereka pun merasa bahwa apa yang dialami orang lain tidak penting. Maka dari itu, sulit untuk membangun hubungan yang baik dengan para pengidap narsisme.
4. Secara sengaja merendahkan orang lain

Untuk membuat dirinya terlihat baik di luar, pengidap narsisme sering kali merendahkan orang lain secara sengaja. Misalnya dengan membandingkan pencapaian mereka. Ini dilakukan agar orang sekitar memandang mereka lebih superior. Laman Insider menyebut kebiasaan ini layaknya candu bagi mereka.
5. Sangat selektif dalam memilih teman

Dilansir dari Psychology Today, orang yang narsis sangat pemilih dalam mencari teman. Mereka hanya ingin berkumpul dengan orang yang menurutnya memiliki derajat tinggi sehingga dirinya dipandang sepadan. Kemungkinan yang lain, mereka akan memilih orang yang tampak bisa menjadi “dayang-dayang” untuk menunjukkan superioritasnya.
6. Membutuhkan pujian dan rasa kagum dari orang lain

Menurut laman Help Guide, superioritas yang menempel pada diri pengidap narsisme itu layaknya sebuah balon. Untuk membuatnya tetap mengembang, mereka membutuhkan udara berupa pujian dan rasa kagum dari orang lain secara terus menerus. Maka tidak jarang, mereka sengaja mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang suka memuji.
7. Membagi semua hal menjadi dua sisi, yaitu baik dan buruk

Kepribadian selanjutnya yang menggambarkan para pengidap narsisme adalah mereka selalu membagi semua menjadi hitam dan putih. Tidak ada hal yang berada di tengah-tengah. Apa maksud dari hal ini?
Dilansir dari Mind Body Green, pengidap narsisme sering kali melabeli pengalaman mereka menjadi hal yang sangat baik dan sangat buruk. Tidak hanya itu, ini juga terjadi saat mereka berada di dalam tim. Para narsis biasanya menimpakan semua kesalahan kepada orang lain dan mengatakan bahwa semua hal positif yang terjadi adalah berkat kerja keras dirinya.
8. Sebenarnya mereka terus mengalami masalah anxiety atau kecemasan

Tahukah kamu bahwa sebenarnya pengidap narsisme juga mengalami anxiety atau gangguan kecemasan? Jauh di dalam dirinya, mereka terus merasa kurang dan tidak percaya diri.Maka dari itu, menurut studi dari Psychology Today, mereka menutupinya dengan cara membangun image diri yang berlebihan.
Para narsis merasa ia harus membuktikan bahwa dirinya bisa melakukan segala hal. Itulah kenapa mereka terus mencari pujian, pengakuan, dan merendahkan orang lain. Sulit dipercaya, ya!
Jika kamu merasa bahwa tanda-tanda di atas ada dalam dirimu, segera introspeksi dan ubah cara pikir, ya. Dunia tidak hanya berputar di sekelilingmu saja jadi jangan mengira bahwa hanya kamu saja yang butuh diprioritaskan.
Sebaliknya, jika kamu berada di sekitar orang yang memiliki kecenderungan narsisme, sebaiknya jaga jarak dengan mereka. Jika menurutmu kamu bisa menegurnya, maka jangan ragu. Namun kamu harus berhati-hati karena mereka biasanya sulit menerima kritik dan saran.

















