Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Mengatasi Baby Blues Pascapersalinan, Calon Orangtua Wajib Tahu

centroinfanziadolescenza.it
centroinfanziadolescenza.it

Perubahan suasana hati setelah kelahiran bayi adalah hal yang lumrah. Kamu mungkin jadi tidak sabaran, mudah marah, dan selalu khawatir tentang kesehatan sang buah hati, meskipun dia baik-baik saja. Tidak hanya itu, kamu juga mungkin merasa sangat lelah tapi tidak bisa tidur, dan terus menangis tanpa alasan jelas.

Nah, kondisi ini dikenal juga sebagai baby blues, atau bentuk depresi postpartum ringan yang paling umum dialami oleh sebagian besar ibu hamil pasca melahirkan. Untuk dapat mengatasinya, simak informasi jelasnya berikut ini.

1. Bicarakan kekhawatiran yang dirasakan

childrensclinicofnashville.com
childrensclinicofnashville.com

Membicarakan dengan dokter mengenai setiap kekhawatiran dan kesedihan yang dirasakan mungkin menjadi salah satu cara terbaik dalam mengatasi baby blues. Pasalnya, profesional kesehatan biasanya dapat mendeteksi tanda-tanda depresi yang mungkin tidak pernah kamu sadari. Dengan begitu, mereka bisa membantu agar kamu dapat mengendalikan gejalanya sebelum meluap di luar kendali. 

Selain itu, kamu juga bisa membicarakannya melalui diskusi dari hati ke hati dengan suami mengenai kekhawatiran tersebut. Hal ini sangat wajar karena kamu akan segera menjadi orangtua baru.

2. Melakukan "me time"

image.ie
image.ie

Diane Sanford, Ph.D., penulis Postpartum Survival Guide, dalam laman parents.com memaparkan jika ibu baru yang menghabiskan setidaknya 15 menit setiap hari untuk melepas stres cenderung lebih bisa mengatasi tekanan rumah tangga daripada biasanya. Jadi, cobalah sisihkan waktu untuk diri sendiri secara rutin, baik dalam masa kehamilan ataupun setelah melahirkan dengan berbagai kegiatan yang positif, seperti meditasi, pergi ke salon, berbelanja, atau sekadar minum kopi.

3. Belajar membuat ikatan dengan bayi

alcohol.org
alcohol.org

Ibu dengan depresi pascapersalinan biasanya cenderung kurang berinteraksi dengan buah hatinya. Mereka mungkin juga tidak konsisten dalam cara merawat bayi yang baru lahir. Oleh karena itu, perlu proses ikatan emosional yang dibentuk antara ibu dan anak agar hubungan mereka menjadi berhasil.

Belajar ikatan dengan bayi ini tentu tidak hanya menguntungkan sang buah hati saja. Akan tetapi juga menguntungkan sang Ibu dengan melepaskan endorfin yang membuat dirinya merasa lebih bahagia dan lebih percaya diri sebagai seorang ibu.

4. Perbanyak waktu tidur

hopkinsmedicine.org
hopkinsmedicine.org

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Michael O’Hara, Ph.D., dari University of Iowa, ibu baru yang mampu menebus hilangnya waktu tidur cenderung merasa lebih santai dan kebal terhadap tekanan. Artinya, kurang tidur saat berurusan dengan bayi baru lahir dapat membuat depresi semakin buruk. Oleh karena itu, mintalah bantuan pasangan atau anggota keluarga agar kamu bisa tidur siang dan memperbanyak istirahat.

5. Menyempatkan diri untuk olahraga

dailyburn.com
dailyburn.com

Sebuah studi menemukan bahwa ibu yang rajin berolahraga sebelum dan setelah melahirkan cenderung merasa lebih baik secara emosional dan lebih muda bersosialisasi daripada mereka yang tidak berolahraga. Meski begitu, jangan memaksakan diri untuk melakukan olahraga berat. Cobalah melakukan olahraga ringan seperti berjalan di taman kota dan bermeditasi.

6. Terapi hormon

synergyimmediatecare.com
synergyimmediatecare.com

Terapi hormon atau terapi penggantian estrogen kadang dapat membantu mengatasi depresi pascapersalinan. Sebab, estrogen sering digunakan dalam kombinasi dengan antidepresan.

Sayangnya, terdapat risiko yang menyertai terapi hormon ini. Jadi pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ya!

7. Jangan keras kepala ingin jadi orangtua yang sempurna

lightmindcounseling.com
lightmindcounseling.com

Menjadi orangtua adalah pekerjaan yang tidak mudah dan sulit untuk diduga. Kamu mungkin berencana untuk menjadi orangtua yang sempurna untuk sang buah hati, bahkan telah memiliki bayangan orangtua ideal yang telah terukir dalam pikiran. Namun saat hal tersebut tidak dapat terwujud, kamu akan merasa bersalah dan menganggap bahwa ibu-ibu lainnya melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik.

Akibatnya, kamu akan memaksakan harapan yang tidak realistis pada diri sendiri. Selain membuka hati, cara terbaik untuk mencegah baby blues adalah untuk memiliki ekspektasi yang realistis.

Beberapa cara di atas dapat kamu coba lakukan baik saat dalam masa kehamilan ataupun setelah proses persalinan. Akan tetapi, jelas yang terpenting adalah mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menjadi seorang ibu. Jadi, persiapkan dirimu terlebih dahulu ya!

Share
Topics
Editorial Team
Bayu D. Wicaksono
M. Tarmizi Murdianto
Bayu D. Wicaksono
EditorBayu D. Wicaksono
Follow Us

Latest in Health

See More

Mikroplastik Bisa Jadi 'Kendaraan' Penyebar Kuman Berbahaya

18 Des 2025, 11:15 WIBHealth
ular kucing

Coba artikel reviewed by

15 Des 2025, 13:13 WIBHealth
http://i1382.photobucket.com/albums/ah270/akhayaprisca/787671102_zps4y2yx23f.jpg

Artikel 42

16 Sep 2025, 10:54 WIBHealth
http://i1296.photobucket.com/albums/ag19/Melarissa_Benedicta/the blonde salad_fashionnewsmagazine_zpswlnkn5tx.jpg

Artikel 20

16 Sep 2025, 10:19 WIBHealth
DVkkskcl40.png

Artikel 5

16 Sep 2025, 10:11 WIBHealth
IMG20240724165502.jpg

tes timezone wita

25 Jul 2025, 15:00 WIBHealth
singa

artikel coba draft

25 Jul 2025, 11:47 WIBHealth
burung

Artikel agustus update

15 Jul 2025, 16:48 WIBHealth