Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Fakta Penting Narkolepsi, Serangan Kantuk Berlebihan di Siang Hari

therecoveryvillage.com
therecoveryvillage.com

Narkolepsi merupakan gangguan tidur kronis, yang menyebabkan penderitanya mengalami serangan kantuk yang berlebihan di siang hari. Selain itu, narkolepsi juga bisa membuat penderitanya tertidur secara mendadak di mana saja dan kapan saja. Penderita narkolepsi bisa tertidur dalam jangka waktu singkat, dan terbangun dengan kondisi tubuh yang segar, namun tidak mengingat aktivitas yang sebelumnya telah dilalukannya.

Selain ditandai dengan gejala serangan kantuk berlebihan di siang hari, penderita narkolepsi juga akan mengalami gejala lainnya seperti kehilangan tonus otot secara mendadak atau yang biasa disebut dengan cataplexy, kelumpuhan tidur (kesulitan bergerak atau berbicara saat tidur maupun saat baru bangun tidur), perubahan tidur gerakan mata cepat (REM), dan halusinasi.

Penderita narkolepsi juga berisiko menderita gangguan tidur lainnya seperti apnea tidur obstructive (kesulitan bernafas saat tidur) dan insomnia. Nah, selain fakta-fakta di atas, masih banyak fakta penting lainnya seputar narkolepsi yang perlu kamu ketahui. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Narkolepsi terdiri dari 3 jenis

neatoday.org
neatoday.org

Dilansir dari Medical News Today, narkolepsi terdiri dari tiga jenis, yaitu narkolepsi dengan cataplexy, narkolepsi tanpa cataplexy, dan narkolepsi sekunder. Narkolepsi dengan cataplexy membuat otot hilang secara tiba-tiba sehingga memicu kelemahan yang  membuat penderitanya tidak mampu mengendalikan ototnya. Nah, untuk narkolepsi tanpa cataplexy, melibatkan serangan kantuk yang berlebihan pada siang hari. 

Narkolepsi sekunder disebabkan oleh cedera otak pada hipotalamus, yaitu bagian otak yang terkait dalam tidur. Dari ketiga jenis narkolepsi, yang paling umum adalah narkolepsi dengan cataplexy.

2. Penyebab narkolepsi

neatoday.org
neatoday.org

Dilansir dari Healthline, meski penyebab narkolepsi belum bisa diketahui secara pasti, namun sebagian besar narkolepsi dengan cataplexy mengalami penurunan jumlah hypoceratine (protein otak). Hypoceratine bertugas untuk mengatur siklus tidur dan bangun. Para ilmuan beranggapan bahwa kadar hypoceratine yang sedikit, dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu mutasi gen, stres, infeksi, dan paparan racun. 

3. Generasi muda lebih rentan menderita narkolepsi

therecoveryvillage.com
therecoveryvillage.com

Dilansir dari WebMd, gejala narkolepsi umumnya timbul pada usia 15 hingga 25 tahun. Namun, juga tidak menutup kemungkinan untuk timbul pada usia berapa pun. Faktor risiko narkolepsi akan meningkat antara 20 hingga 40 kali, jika memiliki anggota keluarga yang menderita narkolepsi. Pria dan wanita memiliki risiko yang sama menderita gangguan tidur kronis ini. 

4. Narkolepsi dapat memicu kecelakaan dan meningkatkan risiko obesitas

newcastleherald.com.au
newcastleherald.com.au

Narkolepsi tentunya memiliki dampak yang buruk pada penderitanya. Apalagi serangan kantuk dapat muncul secara tiba-tiba, seperti sedang berkendara, menulis, berbicara, atau sedang melakukan aktivitas lainnya. Nah, jika sedang berkendara tentu akan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Begitu juga jika sedang memasak, yang bisa menyebabkan kebakaran karena kondisi api menyala saat sedang tertidur. Selain itu, narkolepsi juga meningkatkan risiko obesitas. Hal tersebut terjadi karena narkolepsi menyebabkan metabolisme tubuh menjadi rendah. 

5. Diagnosis narkolepsi

indiamart.com
indiamart.com

Gejala narkolepsi umumnya jarang terdeteksi sejak awal karena memiliki gejala yang hampir sama dengan gangguan tidur lainnya. Menurut data dari National Institute of Neurological Disorders of Stroke (NINDS), gejala yang ditimbulkan dari narkolepsi akan bertambah buruk selama 20 hingga 30 tahun setelah gejala yang pertama muncul. Namun, gejala serangan kantuk berlebihan di siang hari dapat berkurang setelah penderitanya berusia 60 tahun.

Nah, untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan dari narkolepsi, maka  diperlukan serangkaian pemeriksaan agar dokter dapat menentukan jenis perawatan apa yang cocok untuk kondisi narkolepsi pasiennya. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan medis dan juga fisik. Selain itu, dokter juga menganjurkan pasien untuk membuat catatan tidur (menulis gejala dan kualitas tidur), dan mengikuti serangkaian tes seperti polysomnogram (PSG), dan multiple latency sleep test (MSLT).

6. Perawatan narkolepsi

stuttgarter-zeitung.de
stuttgarter-zeitung.de

Setelah kondisi narkolepsi terdeteksi, dokter akan memberikan obat resep untuk mengurangi gejala narkolepsi. Obat-obatan yang diresepkan yaitu meliputi stimulan untuk mengatasi kantuk, antidepesan untuk mengatasi gangguan tidur dengan REM, sodium oxybate (XYrem) untuk mengatasi cataplexy, dan solriamfetol (Sunosi)  untuk membantu penderitanya terjaga dalam waktu yang lebih lama.

Selain pemberian obat resep, dokter juga akan menganjurkan penderitanya untuk merubah gaya hidup, seperti menghindari konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol. Perubahan pola makan juga dianjurkan, seperti merubah porsi makan menjadi lebih sedikit namun dengan intensitas yang lebih sering. Selain itu, dokter juga akan menganjurkan pasien agar menjadwalkan tidur siang dengan durasi waktu antara 10 menit hingga 15 menit. 

Nah, itulah fakta-fakta penting seputar narkolepsi yang perlu kamu ketahui. Selain menjalani perawatan medis, kamu juga harus berolahraga secara teratur agar proses pengobatan yang sedang kamu jalani mendapatkan hasil yang maksimal. Yuk, terapkan gaya hidup sehat agar narkolepsi tidak menghambat aktivitas sehari-hari, mu! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
eliza ustman
Editoreliza ustman
Follow Us

Latest in Health

See More

Mikroplastik Bisa Jadi 'Kendaraan' Penyebar Kuman Berbahaya

18 Des 2025, 11:15 WIBHealth
ular kucing

Coba artikel reviewed by

15 Des 2025, 13:13 WIBHealth
http://i1382.photobucket.com/albums/ah270/akhayaprisca/787671102_zps4y2yx23f.jpg

Artikel 42

16 Sep 2025, 10:54 WIBHealth
http://i1296.photobucket.com/albums/ag19/Melarissa_Benedicta/the blonde salad_fashionnewsmagazine_zpswlnkn5tx.jpg

Artikel 20

16 Sep 2025, 10:19 WIBHealth
DVkkskcl40.png

Artikel 5

16 Sep 2025, 10:11 WIBHealth
IMG20240724165502.jpg

tes timezone wita

25 Jul 2025, 15:00 WIBHealth
singa

artikel coba draft

25 Jul 2025, 11:47 WIBHealth
burung

Artikel agustus update

15 Jul 2025, 16:48 WIBHealth