Kekentalan darah bisa disebabkan karena beberapa faktor. Yang pertama, kekentalan darah bisa disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Yang kedua, trombofilia juga bisa disebabkan beberapa hal seperti pertambahan usia, obesitas, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.
Pada kemungkinan yang kedua atau di luar faktor genetik, gaya hidup akan sangat mempengaruhi kemungkinan terjadinya trombofilia. Seseorang dengan gaya hidup tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi makanan-makanan tinggi kolesterol, hingga stres akan sangat mungkin mengalami masalah kekentalan darah yang parah.
Kolesterol yang menempel di dinding pembuluh darah membuat penampang pembuluh darah menyempit. Sementara, asap rokok dapat merusak lapisan dinding pembuluh darah bagian dalam atau endotel. Endotel turut membantu mengaktifkan sistem pembekuan darah. Jika endotel rusak, trombosit akan mudah melekat satu sama lain. Hambatan-hambatan ini dikenal sebagai trombosis. Ini bisa terjadi di seluruh pembuluh darah. Oleh karena itu, dampaknya tergantung dari bagian pembuluh darah yang terhambat. Jika terjadi di pembuluh otak, akan mengakibatkan stroke, sedangkan jika terjadi pada pembuluh jantung akan menyebabkan serangan jantung.