Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    Punya Keringat Berlebih? 8 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya Lho!
    livescience.com

    Keringat merupakan reaksi yang normal terjadi pada tubuh. Keringat dapat membantu mendinginkan suhu tubuh dan mengeluarkan zat-zat sisa dalam tubuh. Namun, pernahkah kamu mengalami kondisi dimana pengeluaran keringatmu sangat berlebihan? 

    Tentu, keringat yang berlebih dapat membuatmu tidak nyaman. Oleh karena itu penting bagi kamu untuk tahu apa penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang bisa memicu keringat berlebih.

    1. Stres

    Sciencemag.org

    Stres ternyata tidak hanya berpengaruh negatif bagi mental, tapi juga dapat bertransformasi dalam bentuk keringat lho. Keringat yang berlebih bisa menjadi tanda bahwa kamu sedang stres berat. Lebih parah lagi, keringat yang dihasilkan akibat stres biasanya mengeluarkan bau tak sedap karena mengandung lemak dan protein yang tercampur dengan bakteri di kulit.

    2. Hipertiroidisme

    prevention.com

    Hipertiroidisme adalah kondisi dimana kelenjar tiroid menjadi hiperaktif sehingga menghasilkan banyak hormon tiroid. Kondisi ini menyebabkan proses dalam tubuh dipercepat. Percepatan proses dalam tubuh inilah yang menghasilakan keringat yang berlebihan. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan penurunan berat badan serta rasa cemas berlebih.

    3. Gula darah rendah (hipoglikemia)

    medicalnewstoday.com

    Kekurangan gula darah dalam tubuh bisa menjadi penyebab keringat berlebih. Kondisi yang dinamakan hipoglikemia ini bisa menyebabkan pusing, rasa lapar, kegelisahan, masalah penglihatan hingga membuat tubuh menghasilakan keringat yang banyak. Oleh karena itu, usahakan agar gula darah dalam tubuh berada dalam ambang batas normal ya.

    4. Hiperhidrosis fokal

    livescience.com

    Kamu mungkin pernah mengalami kondisi di mana di bagian tubuh tertentu seperti leher, ketiak, telapak tangan maupun telapak kaki menghasilkan keringat yang banyak. Kondisi ini dinamakan hiperhidrosis fokal.

    Hiperhidrosis fokal disebabkan karena tingginya konsentrasi kelenjar keringat dan seringnya terjadi pada area-area tubuh tertentu. Hal ini memang tidak berbahaya, namun dianjurkan agar diperiksakan ke dokter karena kondisi ini sering membuat kulit mudah iritasi.

    5. Efek samping obat

    washingtonpost.com

    Beberapa obat tertentu seperti antibiotik, obat tekanan darah atau obat psikiatri bisa mempunyai efek samping yaitu keringat yang berlebihan. Namun, hal ini adalah hal yang normal dan tidak perlu ditakutkan.

    6. Menopause

    medicalnewstoday.com

    Ketika memasuki masa-masa menopause, kamu akan mengalami gejala seperti perubahan siklus menstruasi, migrain, hot flashes atau sensasi panas dari dada hingga kepala yang menyebabkan keringat berlebih. Gejala-gejala ini terjadi akibat adanya perubahan kadar hormon estrogen.

    7. Demam tanpa penyebab yang jelas (FUO: Fever Of Unknown Origin)

    popsci.com

    Demam FUO adalah demam yang terjadi tanpa penjelasan dan berlangsung lama (bisa selama tiga minggu). Ada empat jenis demam FUO ini yaitu, klasik (mempengaruhi orang sehat), nosokomial (akibat rawat inap), demam akibat lemahnya sistem kekebalan tubuh, dan demam terkait HIV. Gejala dari demam ini adalah suhu tinggi, sakit kepala, menggigil, dan keringat berlebih. Apabila mengalami demam berkepanjangan seperti ini, dianjurkan untuk segera periksakan diri ke dokter.

    8. Kegemukan

    news.sky.com

    Obesitas atau kegemukan bisa menjadi penyebab keringat berlebih lho. Hal ini dikarenakan orang yang obesitas memiliki banyak kelenjar keringat di permukaan tubuh dibanding orang dengan berat badan ideal. Dianjurkan agar orang dengan kondisi obesitas dapat rajin berolahraga dan menjaga pola makan agar tidak menjurus ke penyakit yang lebih serius.

    Itulah beberapa hal yang menjadi penyebab keringat berlebih. Yuk, lebih sadar akan kesehatanmu dengan menjaga pola hidup sehat.

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Editorial Team

    Related Article

    Test notif artikel ke 6 rev07 Jan 2026, 13:18 WIB
    Coba artikel reviewed by15 Dec 2025, 13:13 WIB
    Artikel 4216 Sep 2025, 10:54 WIB
    Artikel 2016 Sep 2025, 10:19 WIB
    Artikel 516 Sep 2025, 10:11 WIB