Kecanduan Menghirup Aroma Bensin, Ini 5 Efek Sampingnya bagi Tubuhmu

Hayo, siapa nih disini yang kalau lagi ngisi BBM suka banget mencium aromanya? Gak perlu malu untuk mengakuinya, gengs. Pasalnya, menghirup aroma bensin atau bahan bakar minyak lainnya, ternyata gak cuma digemari oleh kamu aja. Hingga ke berbagai penjuru dunia, aroma bensin memang diakui banyak orang sebagai salah satu aroma yang mereka sukai.
Gak cuma suka, bahkan beberapa orang merasa kecanduan dengan aroma yang cukup menyengat ini. Namun, ternyata menghirup aroma bensin terlalu sering sangat tidak baik bagi kesehatan. Simak nih penjelasannya.
1. Aktivitas otak menjadi lebih lambat

Aroma bensin yang masuk ke dalam tubuh ternyata gak cuma berhenti di paru-paru. Setelah memasuki jalur pernapasan, aroma yang mengandung benzena, toluena, dan hidrokarbon beracun ini juga akan mengalir di darah.
Selanjutnya, zat tersebut menuju otak. Inilah yang bisa membuat kerja otak menjadi lebih lambat dari biasanya. Jika sudah sampai ke otak, sistem saraf pusat pun akan terganggu.
2. Aroma bensin akan menimbulkan reaksi euforia dan rasa melayang, namun diiringi dengan mati rasa dan pusing

Reaksi yang ditimbulkan dari aroma bensin gak memerlukan waktu lama. Beberapa detik saja, orang yang bersangkutan bisa mengalami euforia, rasa melayang, dan pusing yang disertai mati rasa.
Kandungan timah yang terdapat dalam bensinlah yang menyebabkan halusinasi bisa muncul pada siapapun yang menghirup aromanya dalam jumlah yang tidak seimbang dengan oksigen yang masuk ke tubuh. Efek ini bahkan bisa bertahan hingga berjam-jam lho. Duh, serem juga ya.
3. Perlahan tapi pasti, organ-organ dalam tubuh pun menjadi rusak

Jangan anggap sepele efek menghirup aroma bensin ya, guys. Karena akan ada efek jangka panjang jika kamu terus menerus membiarkan aroma bensin menjadi sesuatu yang candu bagimu. Salah satunya adalah timbal yang ada pada bensin ternyata bisa merusak paru-paru lho.
Bahan kimia yang beracun dari bensin juga perlahan-lahan akan menyerang otak, jantung, imunitas tubuh, bahkan hingga ke organ lain seperti hati dan ginjal. Tuh kan, efeknya gak main-main.
4. Kerusakan otak juga terjadi ditandai dengan menurunnya daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan berpikir jernih

Jika kebiasaan menghirup aroma bensin dilakukan terus-menerus, residu dari uap bensin yang menumpuk di tubuh akan merusak selaput pelindung serabut saraf otak. Inilah yang kemudian membuat kita jadi sulit berpikir jernih, tidak bisa berkonsentrasi, bahkan hingga membuat kesadaran kita terganggu.
5. Hilangnya keseimbangan dan gerakan menjadi tidak terkendali

Bagian otak memang sangat penting dalam hidup kita. Aroma bensin yang terus menerus dihirup juga bisa merusak bagian otak yang mengatur gerakan dan keseimbangan. Sehingga, berjalan dan berbicara pun menjadi sulit dilakukan.
6. Berbahaya bagi ibu hamil

Ibu hamil yang terus menerus menghirup aroma bensin juga sangat dilarang dalam medis. Karena, kebiasaan ini akan menyebabkan cacat fisik dan intelektual pada si calon bayi. Otak anak pun kemungkinan akan berkembang dengan tidak baik.
7. Otak menjadi kekurangan oksigen dan bisa menyebabkan kematian

Parahnya, dalam beberapa kasus, menghirup aroma bensin terlalu banyak akan menyebabkan kematian. Sistem saraf pusat yang tertekan ternyata membuat efek yang sama seperti saat seseorang keracunan alkohol.
Selain itu, oksigen yang tidak masuk ke tubuh akan membuat kerja jantung ikut melambat dan kemudian berhenti.
Meski baunya memang menyenangkan, tapi bukan berarti kita harus terus-menerus menghirup aromanya ya. Ingat tuh efek buruknya bagi tubuh.
.png)
















